adsense

bidvertiser

April 06, 2016

14 Jawaban kepada Orang Kafir Yang Ragu dengan Kebenaran Islam

Sewaktu Nabi Muhammad saw wafat, telah sempurna Islam itu. Maka, semua persoalan dan keraguan tentang Islam, pasti akan ada jawabannya. Hanya ilmu di dada sebagai penentu, jawaban apa yang harus diberi untuk menjawab kembali persoalan dan keraguan yang sengaja ditimbulkan oleh orang bukan Islam pada orang Islam. Ada di antara mereka yang bertanya bukan karena ingin tahu, tapi karena akan membuat orang Islam yang ilmu hanya ala kadar merasa was-was dengan Islam dan akhirnya orang Islam akan merasa was-was dengan agama yang dianutnya. Nauzubillah.

Pertanyaan-pertanyaan yang dinyatakan di bawah, sebenarnya memang benar-benar pernah ditanya oleh orang bukan Islam secara spontan pada orang Islam. Jadi jawaban yang disampaikan di bawah ini diharap dapat membantu mengjawab persoalan tersebut.

1) Nama Nabi Isa as disebut 25 kali dalam Al-Quran, tetapi berapa kali nama Nabi Muhammad saw disebut dalam Al-Quran?

Nama Nabi Muhammad saw hanya disebut 5 kali saja di dalam Al-Quran. Sementara nama Nabi Isa as disebut 25 kali. Mengapa? Karena Al-Quran diwahyukan pada Nabi Muhammad saw, sebab itu nama Nabi Muhammad saw jarang disebut. Al-Quran diturunkan bukan semata-mata untuk menampilkan kisah Nabi Muhammad saw tapi adalah sebagai panduan perjalanan hidup umat Islam.

2) Nama Nabi Isa lebih banya disebut dari nama Nabi Muhammad saw dalam Al-Quran. Tentu saja Nabi Isa lebih hebatkan?

Dalam Alkitab, nama setan lebih banyak dari nama Nabi Isa. Jadi, apakah setan lebih hebat dari Yesus? Sebenarnya Allah tidak bedakan tentang kehebatan Nabi dan RasulNya. Namun, Allah lebih Maha Mengetahui.

3) Dalam Islam percaya yang Nabi Isa as diangkat ke langit, sedangkan Nabi Muhammad saw wafat. Jadi, karena Nabi Isa as dibawa ke langit, tentu saja Yesus itu Tuhan kan?

Diantara semua kaum, hanya kaum Nasrani saja yang telah salah anggap tentang nabi yang diutus kepadanya sebagai Tuhan (Yesus). Sedangkan, dalam Alkitab juga ada menyatakan bahwa Yesus (Nabi Isa) berkata “Siapa yang taat pada Allah akan masuk surga, siapa yang menganggap Yesus sebagai tuhan akan masuk neraka”. (Kitab Injil yang menjadi referensi pengganut Kristen sekarang ini sebenarnya telah dimanipulasi isinya)

4) Dalam Islam, Nabi Muhammad saw adalah Nabi terakhir. Tapi, di akhir zaman nanti Nabi Isa as akan turun. Kenapa tidak dikatakan Nabi Isa as yang terakhir?

Nabi Muhammad saw adalah nabi terakhir berdasarkan tahun kelahirannya. Misalnya, jika anak bungsu meninggal dunia, sedangkan anak sulung masih hidup, anak sulung tetap tetap pangkatnya sebagai yang sulung.

5) Nabi Isa as disembah sebagai anak Tuhan karena dianggap mulia sebab lahir tanpa ayah.
Antara ibu dan anak, mana yang lagi mulia? Tentu ibu kan? Jadi, kenapa orang Kristen tidak menyembah Mariam saja? Bukankah Maria itu ibu, tentu lagi mulia. Nabi Adam adalah manusia pertama juga lahir tanpa ayah, bahkan tanpa ibu juga. Jadi, kenapa tidak disembah Adam saja? Firman Allah swt: “Sesungguhnya perbandingan (kejadian) Nabi Isa di sisi Allah adalah sama seperti (penciptaan) Adam. Allah telah menciptakan Adam dari tanah lalu berfirman kepadanya: “Jadilah engkau!” Maka jadilah ia. Surah Al-Imran, ayat-59.

6) Jika membaca tafsir, Allah berfirman dengan ‘Aku’ sebagai kata ganti diri dan kadang-kadang menggunakan ‘Kami’. Kenapa? Adakah maksud ‘Kami’ itu mewakili ‘Tuhan + Mariam + Anak Tuhan (Yesus)’?

Al-Quran diturunkan dalam bahasa Arab. ‘Aku’ kata jamaknya ‘Kami’ yang menggambarkan tentang ‘Allah dan keagungan’. Bukankah Queen Elizebeth ketika bertitah, beliau guna ‘We’ bukan ‘I’?

7) Orang Sikh Punjabi bertanya, kenapa Islam harus potong rambut? Bukankah rambut itu anugerah tuhan yang harus disimpan?

Kita jawab dengan pertanyaan ini, kuku juga anugerah tuhan, kenapa orang Sikh Punjabi potong kuku?

8) Biksu vegetarian bertanya, kenapa Islam disuruh membunuh binatang untuk dimakan? Bukankah itu zalim karena membunuh makhluk bernyawa?

Kajian Ilmiah telah membuktikan bahwa sayur dan pohon juga memiliki nyawa. Bahkan, ketika kita mencuci tangan pun, ada banyak nyawa kuman yang kita bunuh. Itu tidak kejam? Bila kita menyembelih seekor sapi, sebenarnya kita telah menyelamatkan banyak nyawa manusia dari mati kelaparan.

9) Biksu menjawab “Bunuh sayur dosa kecil sebab sayur kurang sensorik. Bunuh binatang dosa besar ”
Jadi, apakah kita cuma berdosa kecil jika membunuh orang yang tuli, buta, dan bisu hanya karena dia tidak memiliki panca indra yang lengkap?

10) Biksu menjawab lagi “Jika kita bunuh sayur, sayur akan tumbuh balik”

Jadi, makanlah ekor cicak karena ekor cicak akan tumbuh kembali setelah putus.

11) Biksu berkata lagi, “Makan binatang akan dapat banyak penyakit”

Sebenarnya, penyakit datang karena kita banyak makan. Bukan karena makan binatang. Allah suruh makan secara sederhana. Nabi juga suruh berhenti makan sebelum kenyang. Setelah semua, Allah memberikan gigi taring dan gigi seri untuk manusia makan binatang dan sayuran. Bukankah tembakau dan ganja itu juga berasal dari tanaman? Lebih besar penyakitnya. Sapi yang merumput setiap hari pun bisa jadi sapi gila. Sebenarnya, walaupun  kita tak makan daging, tetapi janganlah mengatakan haram apa yang telah Allah halalkan.

12) Bukankah babi itu ciptaan Allah, kenapa Islam tak makan babi?

Sebab bukan semua ciptaan Allah adalah untuk dimakan. Jika begitu, batu dan kayu juga ciptaan Allah. Manusia juga ciptaan Allah. Ingin jadi kanibal?

13) Islam mengatakan Hindu sembah berhala tetapi Islam hari-hari sembah Ka’bah.

Islam bukan sembah Ka’bah. Tapi Ka’bah itu adalah Kiblat untuk satukan umat. Islam sudah menyebut, siapa yang sembah Ka’bah akan masuk neraka karena Islam sembah Allah, Ka’bah cuma kiblat. Ada bedanya. Bukti, orang yg sembah berhala tidak akan pijak berhala, tapi orang Islam pijak Kaabah untuk melaungkan azan. Orang Hindu tidak akan pijak gambar berhala tapi orang Islam hari-hari pijak gambar Ka’bah di sajadah. Jika ada spanduk gambar Ka’bah direntangkan di Monas sekalipun, orang Islam tetap shalat menghadap Ka’bah di Mekah karena itu arah kiblat kita untuk menyembah Allah. Bukan menyembah Ka’bah!

14) Kenapa harus ikut Nabi Muhammad saw? Nabi dan Rasul sebelum beliau itu sesatkah?

Nabi sebelum Nabi Muhammad saw diutus untuk kaum dan zaman tertentu saja. Sedangkan Nabi Muhammad saw diutus untuk semua kaum dan sepanjang zaman.
Post a Comment