adsense

bidvertiser

May 02, 2009

Sepuluh Wasiat Untuk Para Istri

Istri memegang peranan yang sangat penting dalam istana keluarganya. Maka ia dituntut untuk memahami peranan tersebut lalu mengaplikasikannya dalam kehidupan berkeluarga. Berikut ada beberapa wasiat untuk mereka yang berhasrat menjadi istri yang mendambakan keluarga bahagia. Semoga bisa bermanfaat bagi kita semua. Amin.

1.Takwa kepada Allah dan menjauhi maksiat

Bila engkau ingin kesengsaraan bersarang di rumahmu dan bertunas, maka bermaksiatlah kepada Allah. Sesungguhnya kemaksiatan menghancurkan negeri dan menggoncang kerajaan. Oleh karena itu jangan engkau goncangkan rumahmu dengan berbuat maksiat kepada Allah.

Wahai hamba Allah……..jagalah Allah maka Dia akan menjagamu beserta keluarga dan rumahmu. Sesungguhnya ketaatan akan mengumpulkan hati dan mempersatukannya, sedangkan kemaksiatan akan mengoyak hati dan menceraiberaikan keutuhannya.

Karena itulah, salah seorang wanita shalihah jika mendapatkan sikap keras dan berpaling dari suaminya, ia berkata:”Aku mohon ampun kepada Allah….itu terjadi karena perbuatan tanganku (kesalahanku)….”Maka hati-hatilah wahai saudariku muslimah dari berbuat maksiat, khususnya:

  • Meninggalkan shalat atau mengakhirkannya atau menunaikannya dengan cara yang tidak benar.

  • Duduk di majlis ghibah dan namimah, berbuat riya dan sum’ah.

  • Menjelekkan dan mengejek orang lain. Allah berfirman, “Wahai orang-orang yang briman janganlah suatu kaum mengolok-olokkan kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olokkan) lebih baik dari mereka (yang menolok-olokkan) dan janganlah wanita-wanita (mengolok-olokkan) wanita lain (karena) boleh jadi wanita-wanita (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari wanita (yang mengolok-olokkan”(QS. Al Hujurat: 11).

  • Keluar menuju pasar tanpa kepentingan yang sangat mendesak dan tanpa didampingi mahram. Rasulullah bersabda:”Negeri yang paling dicintai Allah adalah masjid-masjidnya dan negeri yang paling dibenci Allah adalah pasar-pasarnya”(HR. Muslim).

  • Mendidik anak dengan pendidikan barat atau menyerahkan pendidikan anak kepada para pambantu dan pendidik-pendidik yang kafir.

  • Meniru wanita-wanita kafir. Rasulullah bersabda:”Siapa yang menyerupai suatu kaum maka ia termasuk golongan mereka”(HR. Imam Ahmad dan Abu Daud serta dishahihkan Al-Albany).

  • Membiarkan suami dalam kemaksiatannya.

  • Tabarruj (pamer kecantikan) dan sufur (membuka wajah).

  • Membiarkan sopir dan pembantu masuk ke dalam rumah tanpa kepentingan yang mendesak.

2.Berupaya mengenal dan memahami suami

Hendaknya engkau berupaya memahami suamimu. Apa –apa yang ia sukai, berusahalah memenuhinya dan apa-apa yang ia benci, berupayalah untuk menjauhinya dengan catatan selama tidak dalam perkara maksiat kepada Allah karena tidak ada ketaatan kepada makhluk dalam bermaksiat kepada Al-Khalik (Allah ‘Azza Wajalla).

3. Ketaatan yang nyata kepada suami dan bergaul dengan baik.

Sesungguhnya hak suami atas istrinya itu besar. Rasulullah bersabda:”Seandainya aku boleh memerintahkanku seseorang sujud kepada orang lain niscaya aku perintahkan istri untuk sujud kepada suaminya”(HR. Imam Ahmad dan Tirmidzi, dishahihkan oleh Al-Albany).

Hak suami yang pertama adalah ditaati dalam perkara yang bukan maksiat kepada Allah dan baik dalam bergaul dengannya serta tidak mendurhakainya. Rasulullah bersabda:”Dua golongan yang shalatnya tidak akan melewati kepalanya, yaitu budak yang lari dari tuannya hingga ia kembali dan istri yang durhaka kepada suaminya hingga ia kembali”(HR. Thabrani dan Hakim, dishahihkan oleh Al-Albany).

Ketahuilah, engkau termasuk penduduk surga dengan izin Allah, jika engkau bertakwa kepada Allah dan taat kepada suamimu. Dengan ketaatanmu pada suami dan baiknya pergaulanmu terhadapnya, engkau akan menjdai sebaik-baik wanita (dengan izin Allah).

4.Bersikap qanaah (merasa cukup)

Kami meninginkan wanita muslimah ridha dengan apa yang diberikan untuknya baik itu sedikit ataupun banyak. Maka janganlah ia menuntut di luar kesanggupan suaminya atau meminta sesuatu yang tidak perlu. Renungkanlah wahai saudariku muslimah, adabnya wanita salaf radhiallahu ‘anhunna…Salah seorang dari mereka bila suaminya hendak keluar rumah ia mewasiatkan satu wasiat kepadanya. Apakah itu??? Ia berkata pada suaminya:

”Hati-hatilah engkau wahai suamiku dari penghasilan yang haram, karena kami bisa bersabar dari rasa lapar namun kami tidak bisa bersabar dari api neraka…”

5. Baik dalam mengatur urusan rumah tangga

seperti mendidik anak-anak dan tidak menyerahkannya pada pembantu, menjaga kebersihan rumah dan menatanya dengan baik dan menyiapkan makan pada waktunya. Termasuk pengaturan yang baik adalah istri membelanjakan harta suaminya pada tempatnya (dengan baik), maka ia tidak berlebih-lebihan dalam perhiasan dan alat-alat kecantikan.

6.Baik dalam bergaul dengan keluarga suami dan kerabat-kerabatnya, khususnya dengan ibu suami sebagai orang yang paling dekat dengannya.

Wajib bagimu untuk menampakkan kecintaan kepadanya, bersikap lembut, menunjukkan rasa hormat, bersabar atas kekeliruannya dan engkau melaksanakan semua perintahnya selama tidak bermaksiat kepada Allah semampumu.

7.Menyertai suami dalam perasaannya dan turut merasakan duka cita dan kesedihannya.

Jika engkau ingin hidup dalam hati suamimu, maka sertailah ia dalam duka cita dan kesedihannya. Renungkanlah wahai saudariku kedudukan Ummul Mukminin, Khadijah radhiallahu ‘anha, dalam hati Rasulullah walaupun ia telah meninggal dunia.. Kecintaan beliau kepada Khadijah tetap bersemi sepanjang hidup beliau, kenangan bersama Khadijah tidak terkikis oleh panjangnya masa. Bahkan terus mengenangnya dan bertutur tentang andilnya dalam ujian, kesulitan dan musibah yang dihadapi. Seorangpun tidak akan lupa perkataannya yang masyur sehingga menjadikan Rasulullah merasakan ketenangan setelah terguncang dan merasa bahagia setelah bersedih hati ketika turun wahyu pada kali pertama:” Demi Allah, Allah tidak akan menghinakanmu selamanya. Karena sungguh engkau menyambung silaturahmi, menaggung orang lemah, menutup kebutuhan orang yang tidak punya dan engkau menolong setiap upaya menegakkan kebenaran”.(HR. Mutafaq alaihi, Bukhary dan Muslim).

8.Bersyukur (berterima kasih) kepada suami atas kebaikannya dan tidak melupakan keutamaannya.

Wahai istri yang mulia! Rasa terima kasih pada suami dapat kau tunjukkan dengan senyuman manis di wajahmu yang menimbulkan kesan di hatinya, hingga terasa ringan baginya kesulitan yang dijumpai dalam pekerjaannya. Atau engkau ungkapkan dengan kata-kata cinta yang memikat yang dapat menyegarkan kembali cintamu di hatinya. Atau memaafkan kesalahan dan kekurangannya dalam menunaikan hak-hakmu dengan membandingkan lautan keutamaan dan kebaikannya kepadamu.

9.Menyimpan rahasia suami dan menutupi kekurangannya (aibnya).

Istri adalah tempat rahasia suami dan orang yang paling dekat dengannya serta paling tahu kekhususannya. Bila menyebarkan rahasia merupakan sifat yang tercela untuk dilakukan oleh siapapun, maka dari sisi istri lebih besar dan lebih jelek lagi. Saudariku, simpanlah rahasia-rahasia suamimu, tutuplah aibnya dan jangan engkau tampakkan kecuali karena maslahat yang syar’I seperti mengadukan perbuatan dhalim kepada Hakim atau Mufti atau orang yang engkau harapkan nasehatnya.

10.Kecerdasan dan kecerdikan serta berhati-hati dari kesalahan.

Termasuk kesalahan adalah: Seorang istri menceritakan dan menggambarkan kecantikan sebagian wanita yang dikenalnya kepada suaminya. Padahal Rasulullah telah melarang hal itu dalam sabdanya:”Janganlah seorang wanita bergaul dengan wanita lain lalu mensifatkan wanita itu kepada suaminya sehingga seakan-akan suaminya melihatnya”(HR. Bukhary dalam An-Nikah).

Adapted from : Rumah tangga tanpa problema, Syaikh Mazin Bin Abdul Karim Al- Farih.

“Untuk para istri yang berhasrat menjadi penyejuk hati dan mata suaminya. Semoga Allah memeliharamu dalam naungan kasih sayang dan rahmatNya. Amin.”

Written by Nabilah

April 28, 2009

KITAB SUCI YAHUDI TALMUD "PERJANJIAN LAMA"

TALMUD merupakan Kitab Undang-undang bagi bangsa Yahudi. Buku ini terdiri dari banyak jilid dan amat mahal harganya. Satu set lengkap dari buku ini berharga mulai dari yang paling murah US $ 1.200.- sampai US $ 5.000.- setiap setnya, dan tergantung dari edisi penerbitannya. Para Rabbi Yahudi menghabiskan seluruh waktu hidupnya untuk memperdalam mempelajari Talmud ini. Tak seorangpun dapat dikatakan mahir atau ahli dalam filsafat Yahudi kecuali ia mengetahui benar tentang isi Talmud. Beberapa tahun yang lalu Kolonel E.N.Sanctuary dari Dinas Intelligensi Militer Amerika menyediakan dirinya untuk mempelajari Talmud ini. Kolonel Sanctuary adalah seorang patriot dan Nasrani tanpa celaan. Ia menerbitkan suatu ringkasan dalam bentuk buku dengan judul "Terbukalah kedok Talmud" (The Talmud Unmasked).

Jilid-jilid dari buku ini pun menjadi bahan koleksi dan yang amat sukar diperoleh. Berikut di bawah ini adalah bagian-bagian terbaik dari tulisan Sanctuary yang merupakan kutipan-kutipan dari halaman-halaman yang sudah jelas atau pasti referensinya. Memang disadari bahwa kutipan-kutipan ini amat singkat, akan tetapi hendaklah dapat dipergunakan oleh para pelajar (pembahas) yang tekun dan patuh dalammenghadapi fakta-fakta yang kalau tanpa kutipan ini merekaakan menjadi tidak mengetahui sama sekali.

Penyingkatan ini dilakukan atas petunjuk dari Pendeta Gerald L.K. Smith oleh Pendeta Michael Mountjoy, seorang anggota staf dari Pendeta Smith tersebut. Enam Bagian Utama Dari Talmud Yaitu:

1. ZERAIM

Tentang biji-bijian. Bagian ini membicarakan biji-bijian, buah-buahan, daun-daunan, tumbuh-tumbuhan; baik dalam penggunaan umum ataupun domestik tentang buah-buahan dan lain-lain.

2. MOED

Tentang pesta-pesta (Festival-festival). Bagian ini membicarakan tentang waktu kapankah perayaan Sabbath dan perayaan-perayaan lainnya dimulai, diakhiri dan diperingati.

3. NASCHIM

Tentang wanita. Bagian ini membicarakan tentang perkawinan dan penolakan isteri (penyangkalan terhadap isteri), tugas-tugas mereka, pertalian kekeluargaan dan penyakit-penyakit .

4. NEZIKIM:

Tentang kerusakan-kerusakan. Bagian ini membicarakan tentang kerusakan-kerusakan yang diderita oleh manusia dan binatang; hukuman-hukumannya dan penggantian ruhnya.

5. KODASCHIM.

Tentang kesucian. Upacara-upacara kurban, dan bermacam upacara suci keagamaan.

6. TOHOROTH.

Tentang pembersihan. Bagian ini membicarakan tentang tanah (untuk satru) dan membersihkan tempat-tempat(wadah-wadah), alas tilam (sarung bantal, seprei dan lain-lain) serta barang-barang lainnya.

Setiap bagian dari keenam bagian di atas dibagi lagi dalambentuk buku-buku atau risalah-risalah yang disebut MASSIKOTH, dan buku-buku yang dibagi dalam beberapa bab atau PERAKIM. ZERAIM terdiri dari 11 buku, MOED terdiri dari 12 buku; NASCHIM terdiri dari 7 buku; NEZIKIM terdiri dari 10 buku;KODASHIM terdiri dari 11 buku dan TOHOROTH terdiri dari 12 buku (jilid).

TALMUD TERDIRI DARI 63 BUKU DALAM 524 BAB
------------------------------------------------------------

Beberapa catatan penting dapat dibaca pada:

Hal. 20: "Tidak ada yang lebih tinggi derajatnya dari Kitab Suci Talmud."

Hal. 21: "Pada tahun 533 Kaisar Justinianus (527-565) melarang penyebaran buku-buku Talmud di segenap wilayah Kekaisaran Romawi."

"Dalam abad ke-15 Sri Paus Gregorius IX (1227-1241) dan Paus Innoventius IV (1243-1254) mengutuk buku- buku Talmud karena berisi segala bentuk kekejian dan penghinaan terhadap kebenaran Kekristenan (every kind of vileness and blasphemy against Christian truth) dan memerintahkan supaya dibakar karena buku-buku itu menyebarkan banyak bid'ah- bid'ah yang membahayakan."

Hal. 22: "Cetakan pertama penerbitan Talmud yang lengkap diterbitkan di Venesia pada tahun 1520."

"Dalam sebuah Muktamar Gereja di Polandia pada tahun 1613 para Rabbi dari Jerman mengumumkan tidak boleh menerbitkan apa-apa yang menjengkelkan kaum Kristen dan menyebabkan pengejaran terhadap Israel."

"Walaupun demikian Talmud diterbitkan di Holland pada tahun 1644-48."

YESUS KRISTUS DALAM TALMUD
------------------------------------------------------------

Hal. 28 dan 29: "Dalam Talmud, Kristus disebut OTHO ISCH = "That Man."

"Seseorang anak disebut sebagai seorang Kristen kalau ia mengikuti ajaran- ajaran palsu dari "orang itu" ... (ABHODAH ZARAH)."

"AKUM dari Maimonides (Rabbi Mozes ben Maimun, kelahiran Kordova, Spanyol; 1135-1204) menunjukkan kenyataan bahwa terlaranglah untuk ikut serta dalam pesta-pesta Kristen dari Natal dan Paskah, karena pesta-pesta ini memperingati TALUI, seseorang yang dihukum gantung."

Hal. 30: "Talmud mengajarkan bahwa Kristus adalah anak tak sah dan berada dalam kandungan ketika waktu haid (was conceived during menstruation) bahwa dia adalah seorang edan/pandir, pembaca mantera, penggoda, dan bahwa Kristus disalibkan dan dikuburkan dalam neraka."

Hal. 31: "Siti Maryam disebut STADA, sebagai seorang pelacur karena ia meninggalkan suaminya dan melakukan perzinaan."

Hal. 34: "Kemudian Yesus menyerukan NAMA ALLAH dan terus menyebutnya hingga datanglah angin yang mengangkatnya antara bumi dan langit. Yudas juga menyatakan NAMA AGUNG DARI ALLAH dan begitu juga diangkat oleh angin. Kemudian Yudas mengucapkan nama Tuhan dan mengambil Yesus dan mendorong Yesus ke bawah, yaitu ke bumi. Yesus lalu mencoba untuk berbuat yang sama terhadap Yudas dan mereka berdua pun akhirnya berkelahi. Dan ketika Yudas mengetahui bahwa ia tidak dapat memenangkan Yesus maka ia mengencingi Yesus dan kedua-duanya yang tidak suci lagi itu akhirnya jatuh ke bumi; juga tidak dapatlah lagi mereka menggunakan nama suci Allah lagi sampai mereka mensucikan diri sendiri." (And when Yudas saw he could not win over the works of Yesus he pissed on Yesus and both being unclean fell to earth; nor could they use the Divine name again until they had washed themselves)."

Apakah mereka yang percaya akan kebohongan yang jahat itu patut menerima kebencian ataupun belas- kasihan yang lebih besar, tak dapatlah saya katakan apa-apa.

Hal. 35: "Dalam buku SANHEDRIN (107 b) kita membaca: 'MAR berkata: Yesus menggoda secara membujuk, mengkorup dan merusakkan Israel."

Hal. 36: "Buku ZOHAR III menceritakan bahwa Yesus mati seperti binatang dan dikuburkan dalam onggokan yang begitu kotor di mana mereka melemparkan bangkai-bangkai anjing dan keledai, dan dimana putera-putera Esau (yaitu orang-orang Kristen) dan Ismail (orang-orang Turki), yaitu mereka yang najis dan tidak disunat, dikubur seperti bangkai anjing."

Hal. 39: "Tidak diizinkan (= diharamkan) untuk tunduk atau angkat topi di depan para raja atau pendeta yang mengenakan salib pada pakaian mereka. Haruslah diperhatikan jangan sampai kelihatan kalau tidak dapat melakukan seperti ini. Umpama seseorang dapat/boleh melemparkan beberapa keping mata uang logam di atas tanah, kemudian membongkok untuk mengambilnya sebelum dilalui mereka. Dalam hal seperti ini maka diperbolehkan untuk membongkok atau mengangkat topi di depan mereka."

Hal. 40: "Suatu hukum tertulis dari orang-orang Nasara ialah "Kalau seorang Yahudi memukulmu pada sebuah pipi, palingkanlah yang lainnya juga" (Saya tidak pernah melihat orang Kristen mematuhi hukum ini, begitu pun Yesus sendiri tidak melakukannya. Saya mendapatkan pada KITAB PERBUATAN RASUL-RASUL XXIll, ayat 3, bahwa Imam Besar memerintahkan mereka yang berdiri di dekatnya untuk menampar mulutnya, Paulus tidak memalingkan pipinya yang lain; ia mengutuk. Hal ini bertentangan terhadap kepercayaan mereka dan merusak dasar-dasar atau azas dimana Agama mereka itu ditegakkan.

NAMA-NAMA YANG DIBERIKAN UNTUK KAUM NASARA DALAM TALMUD
------------------------------------------------------------

Hal. 42: "ABHODAH ZARAH, Penyembahan yang aneh, pemujaan berhala. Para penyembah berhala. Rabbi AKIBAH mengatakan: Bagaimanakah kita tahu bahwa ABHODAH ZARAH, seperti seorang wanita yang najis, kemudian mengotori mereka yang percaya padanya? Karena YESAYA berkata: Engkau akan melemparkan mereka seperti kain pembersih haid, dan akan Engkau katakan, Jadilah seperti itu sejak waktu itu."

Hal. 43: "AKUM, Penyembah bintang-bintang dan planit-planit.

"OBHDE ELILIM, para pelayan berhala. Ini mempunyai arti yang sangat seperti AKUM.

"MINIM, orang-orang yang menyimpang dari ajaran agamanya. Dalam Talmud mereka yang mengikuti ajaran yang disebut Gospel adalah orang-orang yang menyimpang dari ajaran agama." "EDOM-EDOMITES."

Hal. 44: "GOI - Ras atau bangsa. Hampir senantiasa yang dimaksud adalah orang-orang bukan Yahudi dan para penyembah berhala."

"NOKHRIM - pendatang atau orang asing."

"AMME HAARETS - penduduk bumi, atau orang yang bodoh."

Hal. 45: "BASAR VEDAM - daging dan darah; jasmaniah manusia yang sudah pasti akan mengalami kehancuran; yang tidak bisa mempunyai perjamuan dengan Tuhan."

Hal. 47: "Seorang Yahudi tidak boleh mengassosiasikan dirinya dengan orang-orang bukan Yahudi, karena mereka ini diperuntukkan untuk ditumpahkan darahnya."

Hal. 48: "Mengapakah COIM itu tidak suci? Karena mereka memakan barang-barang yang dibenci (yang jijik) dan memakan binatang yang merayap pada perutnya."

Hal. 49: "Seorang wanita haruslah mencuci kembali dirinya kalau ia melihat apa-apa yang tidak suci, seperti anjing, keledai, atau People of the earth; seorang Kristen, seekor onta, seekor babi, seekor kuda atau orang yang berpenyakit kusta."

Hal. 50: "Tuhan menciptakan mereka dalam bentuk manusia demi kemenangan/keunggulan Bangsa Israel. Akan tetapi AKUM diciptakan untuk tujuan tunggalnya yang terakhir untuk mengabdi kepada Bangsa Israel siang dan malam."

Hal. 51: "Hubungan sex dari kaum GOI seperti halnya pada binatang."

"Kalau hanya kaum menyembah berhala saja yang mengadakan hubungan sex, maka dunia ini tidak akan untuk selamanya. Karena mereka melahirkan bayi-bayi sama halnya seperti anjing."

Hal. 52: "Mereka adalah anak-anak dari ular dahulu kala yang menggoda Siti Hawa."

Hal. 53: "Yang lebih terdahulu dari Ibrahim menyuruh ia duduk pada pintu gerbang Gehenna dan menjaga jangan sampai (mencegah) siapa saja orang-orang yang disunat untuk masuk ke dalamnya; akan tetapi semua orang yang tidak disunat akan masuk ke bawah, ke dalam neraka."

"Juga orang-orang Kristen tidak perlu untuk dihindari selama tujuh hari setelah mereka mengubur seseorang, seperti tersebut dalam Hukum Musa; karena mereka itu bukanlah orang dan karena penguburan hewan tidaklah menodai manusia."

Hal. 55: "Dilarang untuk berdiri di naungan suatu kuil/ kelenteng, baik di dalam maupun di luarnya untuk jarak 4 cubits (kira-kira 2 meter) dari pintu depan. Tidaklah dilarang untuk berdiri dalam naungan (bayangan) belakang gereja. Juga tuduhan ini tidak dilarang untuk kita kalau gereja itu didirikan di suatu tempat yang dahulunya ada jalan umum, yang diambil dari rakyat dan kuil itu didirikan di atasnya."

Hal. 57: "Sembahyang mereka adalah kebodohan dan pelanggaran peraturan."

"Hari Natal merupakan hari bencana mereka."

"... mereka benar-benar tidak berguna dan jahat."

ORANG-ORANG NASARA HARUS DIJAUHI
------------------------------------------------------------

Hal. 60: "Karena mereka tidak berguna sama sekali untuk ambil bagian dalam kehidupan orang Yahudi. Mereka itu najis. Mereka adalah penyembah berhala. Mereka adalah pembunuh." "Barang siapa memukul seorang Israel, sebenarnya seolah-olah ia menampar muka Tuhan Yang Maha Suci dan Agung." "Hanya orang Yahudilah yang dipandang sebagai manusia: Seisi dunia ini semuanya untuknya dan segala sesuatu haruslah melayaninya terutama 'binatang' yang berbentuk orang."

Hal. 61: "Seorang Yahudi tidaklah harus memberi hormat kepada seorang Kristen." "Seorang Yahudi tidak harus menghadap ke muka seorang Hakim Kristen." "Seorang Kristen tidak boleh dipakai sebagai saksi." "Seorang GOI atau pelayan tidak akan mampu untuk bertindak sebagai saksi."

Hal. 62: "Para sesepuh Yahudi (The Elders) melarang memakan roti orang AKUM, jangan sampai dilihat seolah-olah bersahabat dengan mereka."

Hal. 64: "Tidak diizinkan untuk menjual air kepada AKUM kalau diketahui bahwa hal itu akan dijadikan untuk air membaptis."

Hal. 66: "Seorang anak tidak boleh dikirim kepada AKUM untuk diajari akhlak, kesusasteraan atau kesenian, karena mereka akan mengarahkan ke arah bid'ah saja." "Pertolongan kesehatan dapat diterima dari semua pihak kecuali dari para penyembah berhala, orang yang berzinah dan pembunuh."

ORANG-ORANG NASARA HARUS DIMUSNAHKAN
------------------------------------------------------------

Hal. 68: "Mereka yang berbuat baik kepada AKUM tidak akan dibangkitkan dari matinya."

Hal. 69: "Janganlah kamu berikan hormat apa-apa kepada mereka; karena dilarang untuk mengatakan betapa baiknya GOI itu." "Berhala-berhala mereka haruslah dihancurkan, atau sebutlah dengan nama-nama yang merendahkan."

Hal. 70: "Sebuah Gereja Kristen tidaklah disebut BETH HATTEFILLAH - rumah sembahyang, akan tetapi BETH HATTIFLAH, rumah orang suka berlagak atau dipuji atau Rumah Dosa." "Korban-korban (sesajen) kaum Kristen disebut Sesajen Kotoran (tahi)."

Hal. 71: "Dilarang mengajarkan suatu ilmu pertukangan/ kepandaian kepada AKUM."

Hal. 72: "Orang Kristen tidak perlu diberitahu kalau mereka membayar kelebihan (terlalu banyak) kepada seorang Yahudi." "Orang Kristen boleh ditipu."

Hal. 73: "Seorang Yahudi dibenarkan untuk berpura-pura Kristen untuk menipu orang-orang Kristen."

"Seorang Yahudi dibenarkan untuk mempraktekkan riba yang tinggi terhadap orang Kristen."

"Seorang Yahudi dibenarkan untuk membohongi dan bersumpah palsu agar dihukumnya seorang Kristen." Hal. 75: "Seorang Kristen yang sakit tidak boleh ditolong."

"Seorang wanita Kristen yang akan melahirkan anak tidak boleh ditolong."

"Seorang Kristen yang dalam keadaan bahaya kematian tidak boleh ditolong."

ORANG-ORANG NASARA HARUS DIBUNUH
------------------------------------------------------------

Hal. 77: "Seorang Kristen yang kedapatan mempelajari Hukum Israel dapat diganjar kematian (dihukum mati)." Hal. 80: "Jelaslah bahwa penawanan kita akan berakhir sampai para penguasa (Raja-raja) dari orang-orang yang bukan Yahudi yang menyembah berhala dihancurkan." "Kerajaan (kekuasaan) yang berpusat di kota Roma ialah satu-satunya yang amat dibenci dari semuanya oleh orang-orang Yahudi."

ALKITAB (BIBLE)
Sejarah Terjadinya dan Perkembangannya
Serta Hal-hal yang Bersangkutan

Prof. H.S. Tharick Chehab

Penerbit MUTIARA Jakarta
Jln. Salemba Tengah 38, Jakarta
INDONESIA