adsense

bidvertiser

April 02, 2016

Bagaimana caranya membuktikan agama yang benar

Pertama: Esensi Kebenaran Agama-agama

Teori pluralisme agama minimalnya mencakup beberapa ide di bawah ini:

1-1. Yang dimaksud dengan kebenaran sejati (haq) agama-agama adalah: ajaran-ajarannya benar, diterima dan boleh diikuti, dan jika diikuti akan mengantarkan pengikutnya kepada keselamatan dan kebahagiaan.

1-2. Yang dimaksud dengan kebenaran sejati agama-agama adalah kebenaran horisontal bukan secara vertikal zaman, dengan kata lain inti permasalahannya bukan terletak pada semua agama yang dibawakan oleh nabi-nabi adalah benar pada zamannya masing-masing, melainkan semua agama atau sebagian agama-agama adalah benar tanpa dibatasi oleh zaman tertentu.

1-3. Kebenaran sejati agama-agama adalah sejajar atau sama rata dan tidak ada tingkatan-tingkatan gradual di sana, yakni tidak mungkin terjadi gradasi atau peningkatan dalam kebenaran sejati agama-agama sehingga dapat dinyatakan bahwa agama ini menyimpan hakikat kebenaran lebih banyak, sedangkan agama itu setingkat berada di bawahnya dalam perolehan hakikat kebenaran. Atas dasar itu, tidak ada lagi perbedaan antara agama Islam, Yahudi, Kristen maupun agama-agama yang lainnya.

1-4. Yang dimaksud dengan kebenaran sejati agama-agama bukan dalam sisi-sisi kesamaan antar agama, melainkan semua agama –dengan segala perbedaan di antara mereka– adalah benar. Dengan kata lain, tauhid (peng-Esa-an Tuhan) adalah benar, trinitas (kepercayaan tiga Tuhan) juga benar, dualisme (keyakinan dua Tuhan) Zoroaster juga benar, dan bahkan atheisme (pengingkaran adanya Tuhan) Budha juga benar.

Kedua: Akal dan Pluralisme Agama

Karena penelitian akal yang mendalam maka kesalahan pluralisme agama jadi tampak jelas. Hal itu tegaskan oleh banyak bukti yang di antaranya adalah:

2-1. Konsekuensi kontradiksi
Agama-agama yang ada sekarang mengandung ajaran-ajaran yang saling berlawanan dan kontradiktif. Itulah sebabnya kebenaran sejati semua agama berkonsekuensi berkumpulnya dua hal yang berlawanan atau kontradiktif, dan sudah barang tentu itu mustahil terjadi. Contohnya; agama Islam menekankan ke-Esa-an Tuhan, di seberangnya agama Kristen mengajarkan trinitas Tuhan Bapak, Tuhan Anak, dan Tuhan Ruh Qudus. Selain itu Zoroaster cenderung pada dua Tuhan.
Masing-masing dari ajaran ini saling menolak yang lain. Oleh karena itu, apabila tiga agama tersebut dianggap benar maka konsekuensinya ke-Esa-an Tuhan dan menyembah satu Tuhan adalah benar, trinitas dan menyembah dua atau tiga Tuhan juga benar. Jelas hal ini merupakan perkumpulan dua hal kontradiktif yang mustahil terjadi, sebab ke-Esa-an Tuhan sama dengan menolak keyakinan pada dua atau tiga Tuhan, padahal dualisme dan trinitas meyakini Tuhan lebih dari satu. Intinya, kebenaran sejati agama-agama berarti Tuhan lebih dari satu dan tidak lebih dari satu, dan ini kontradiksi yang mustahil terjadi.

2-2. Anti dirinya sendiri (self contradiction)
Keyakinan bahwa semua agama benar pada hakikatnya menolak dirinya sendiri, karena setiap agama menolak ajaran-ajaran yang bertentangan dengannya dan terdapat dalam agama-agama yang lain, atau bahkan secara umum dapat dikatakan bahwa setiap agama menganggap batil agama-agama yang lain. Dengan demikian, apabila salah satu dari agama-agama tersebut benar maka klaim agama itu juga harus diakui kebenarannya, sehingga kebatilan agama-agama yang lain dapat disimpulkan dari kebenaran setiap agama, sementara pluralisme agama karena dia meyakini kebenaran semua agama maka konsekuensinya dia telah membatilkan (menyalahkan) semua agama tersebut. Itulah kenapa dikatakan bahwa pluralisme agama mengecam dan menggugurkan dirinya sendiri.

2-3. Konsekuensi Relativisme Agama
Teori pluralisme agama dilandasi oleh relativisme pengetahuan (epistemic relativisme) atau skeptisme yang pada akhirnya adalah skeptisme agama. Karena, di satu sisi teori ini mengakui kebenaran sejati semua agama dan di sisi lain masing-masing dari agama-agama itu saling menolak antara satu sama yang lain. Hasilnya pertentangan itu tidak ada lagi kecuali skeptisme dan kebingungan. Dengan kata lain, pluralisme agama adalah buah hasil skeptisme atau relativisme pengetahuan, sedangkan pluralisme agama itu sendiri membuahkan skeptisme agama.

Ketiga: Akal dan Agama Yang Haq

Apa yang telah lalu membuktikan bahwasanya tidak mungkin semua agama sama dari sisi kebenaran sejati; dan pertanyaan berikutnya yang muncul adalah apakah jalan yang diusulkan oleh akal untuk menentukan agama yang haq dan membedakannya dari agama-agama yang lain? Dengan ibarat yang berbeda apa tolok ukur kebenaran sejati agama dan apakah metode pengukurannya menurut akal?
Jawabannya, agama yang haq adalah agama yang:
3-1. Keyakinan dan ajarannya tidak menentang akal, bahkan didukung olehnya.
3-2. Mempunyai sumber Ilahi.
3-3. Ajaran-ajarannya tidak mengalami perubahan atau distorsi.
3-4. Tidak dihapus (nash) oleh nabi-nabi setelahnya.
3-5. Lebih komprehensif dan sempurna dibandingkan agama-agama yang lain.
Kajian komparatif agama-agama berdasarkan lima hal di atas akan sangat membutuhkan haluan yang luas dan panjang lebar. Adapun untuk kesempatan yang singkat ini, kita hanya dapat menunjukkan beberapa poin penting secara singkat berkenaan dengan komparasi beberapa agama. Poin-poin itu adalah:

a. Asas paling utama setiap agama adalah ketuhanannya. Perlu diketahui bahwa ajaran ketuhanan dan tauhid (peng-Esa-an Tuhan) di dalam agama Islam[1] merupakan ajaran yang paling rasional dan dilandasi oleh bukti-bukti yang sangat kuat. Tentunya, pembuktian tauhid secara otomatis menolak ajaran trinitas dan dualisme dalam ketuhanan. Sebab itu masalah ini sendiri cukup untuk membuktikan ketidakbenaran agama-agama non Ilahi (seperti agama Budha) sekaligus agama yang mengandung kesyirikan (seperti agama Kristen dan Zoroaster).

b. Kebanyakan agama-agama, meskipun mempunyai latar belakang Ilahi, tapi sepanjang sejarah mereka telah terkontaminasi oleh distorsi dalam skala yang besar sehingga mereka terhempas dari kesejatiannya. Problem ini menyebabkan sebagian ajaran-ajaran mereka betul-betul bertentangan dengan akal. Berikut ini kami hanya akan menyebutkan beberapa contoh saja distorsi yang menyusup ke dalam al-Kitab perjanjian lama dan baru:

1. Tuduhan yang tidak senonoh terhadap para nabi.

Di samping distorsi mendasar dan berkaitan dengan keyakinan yang terdapat dalam al-Kitab, terdapat juga di dalamnya tuduhan-tuduhan yang tidak senonoh dan amoral terhadap sebagian para nabi yang pena pun merasa malu untuk menukilnya.[2]

2. Dongeng.

Adanya dongeng-dongeng yang tidak berdasar di dalam al-Kitab menjadi bukti lain distorsi kitab tersebut. Salah satu dongeng yang terdapat di sana adalah gulat antara Nabi Ya’qub dan Allah swt. yang kemudian dimenangkan oleh Ya’qub. [3]

3. Dosa warisan.

Menurut agama Kristen, (Nabi) Adam (as.) melakukan dosa saat dia tinggal di surga dan dosa ini dicatat untuk semua keturunannya, yakni pada asalnya diri manusia itu sendiri lahir ke dunia dengan mengemban dosa! meskipun sejak dia lahir tidak pernah melakukan dosa, lalu upaya apa saja yang dilakukan oleh manusia untuk melepas diri dari dosa itu adalah sia-sia dan hanya penggantungan serta penyaliban (Nabi) Isa (as.) saja yang dapat menebus dosa warisan tersebut.

4. Pengukuhan basis-basis kezaliman.

Satu lagi di antara ajaran-ajaran irasional al-Kitab adalah justifikasi terhadap kezaliman para tiran dan mengajak masyarakat untuk berdiam diri di hadapan para penguasa yang zalim. Alasannya mereka adalah penguasa di bumi yang dipilih oleh Tuhan dan merupakan bayangan Dia. [4]
Adanya ajaran-ajaran irasional di samping persoalan trinitas dan pem-benda-an Tuhan serta berbagai kontradiksi di dalam teks al-Kitab[5] menjadi bukti konkrit bahwa agama Yahudi dan Kristen yang ada sekarang adalah tidak haq (benar sejati). Ditambah lagi dengan penelitian-penelitian ilmiah dan filologis (secara ilmu bahasa-bahasa) yang sampai pada kesimpulan bahwa teks al-Kitab tidak bisa dipercaya. Thomas Michel –dosen ilmu ketuhanan kristen– menjelaskan menurut mayoritas cendekiawan Katolik, Protestan dan Ortodoks kitab-kitab suci (al-Kitab) bukan dekte Tuhan dan tidak mempunyai keistimewaan suci secara literal, karena terkadang penulis-penulisnya yang tidak lain adalah manusia memasukkan teori-teori yang salah atau informasi-informasi yang keliaru ke dalam teks al-Kitab. [6]

Keempat: Al-Qur’an dan Pluralisme Agama

Ayat-ayat al-Qur’an membatasi agama yang haq hanya pada agama Islam dan menolak pluralisme agama. Selain itu al-Qur’an juga secara jelas menentang sebagian prinsip-prinsip pluralisme. Sebagai contoh, beberapa ayat yang berhubungan dengan topik ini akan kami sebutkan dalam tiga kelompok:

4-1. Hakikat bisa diraih.

Ada beberapa ayat al-Qur’an yang menentang keras skeptisme dan relativisme serta mustahilnya pencapaian hakikat yang menjadi prinsip dan asumsi pluralisme agama. Menurut al-Qur’an, skeptisme dan relativisme dalam agama adalah tertolak, sedangkan pencapaian hakikat adalah sesuatu yang mungkin. Ayat-ayat itu adalah:
4-1-1. Ayat-ayat yang menghardik orang yang ragu-ragu. [7]
4-1-2. Ayat-ayat yang menyatakan bukti-bukti para nabi adalah jelas dan keraguan orang-orang yang bimbang tidak beralasan. [8] Contohnya, al-Qur’an mengatakan bahwa hakikat Islam adalah terang:
لَا إکرَاهَ فِي الدِّینِ قَد تَبَیَّنَ الرُّشدُ مِنَ الغَيِّ [9] ,

artinya: “Tidak ada paksaan dalam agama karena sungguh telah jelas jalan yang benar dari jalan yang salah.” [10]
4-1-3. Ayat-ayat yang memerintahkan manusia untuk mengikuti ilmu dan keyakinan serta melarangnya untuk mengikuti anggapan dan pra sangka.[11]

4-2. Tertolaknya agama selain Islam

Ayat-ayat yang akan kami sebutkan di bawah ini menunjukkan secara jelas bahwa Islam adalah satu-satunya agama yang benar sejati (haq) dan jalan yang lurus (shirotul mustaqim), sebaliknya ayat-ayat ini juga menyatakan kesalahan (batil) agama-agama yang lain dan mengajak para pengikutnya untuk mengikuti agama Islam:
4-2-1. وَ مَن یَبتَغِ غَیرَ الإسلَامِ دِینًا فَلَن یُقبَلَ مِنهُ وَ هُوَ فِي الآخِرَةِ مِنَ الخَاسِرِینَ [12] ,

artinya: “Barangsiapa yang mencari agama selain agama Islam maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) darinya dan di akhirat dia termasuk orang-orang yang rugi”. Tapi, menurut agama Islam, semua utusan-utusan Tuhan atau yang disebut dengan nabi dan rasul adalah petunjuk jalan serta pengantar menuju hakikat, dan agama mereka adalah Islam. oleh karena itu, kesetiaan terhadap para utusan Tuhan pada zamannya masing-masing adalah Islam, sedangkan yang dimaksud dengan Islam pada zamannya Muhammad Rasulullah saw. adalah kesetiaan terhadap ajaran yang beliau sampaikan. [13]
4-2-2. وَ لَن تَرضَی عَنکَ الیَهُودُ وَ لَا النَّصَارَی حَتَّی تَتَّبِعَ مِلَّتَهُم قُل إنَّ هُدَی اللهِ هُوَ الهُدَی وَ لَئِنِ اتَّبَعتَ أهوَاءَهُم بَعدَ الَّذِي جَاءَکَ مِنَ العِلمِ مَا لَکَ مِنَ اللهِ مِن وَلِيٍّ وَلَا نَصِیرٍ [14] ,

artinya: “Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak rela terhadapmu sehingga engkau mengikuti agama mereka, katakanlah sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang sesungguhnya), dan sungguh jika engkau mengikuti kemauan mereka setelah datang pengetahuan kepadamu maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolang bagimu”.
4-2-3. وَ قَالَتِ الیَهُودُ عُزَیرُ ابنُ اللهِ وَ قَالَتِ النَّصَارَی المَسِیحُ ابنُ اللهِ ذَلِکَ قَولُهُم بِأفوَاهِهِم یُضَاهِئُونَ قَولَ الَّذِینَ کَفَرُوا مِن قَبلُ قَاتَلَهُمُ اللهُ أنَّی یُؤفَکُونَ [15] ,

artinya: “Orang-orang Yahudi berkata Uzair anak Allah dan orang-orang Kristen mengatakan Almasih anak Allah, demikian ucapan dari mulut mereka, mereka menyerupai perkataan orang-orang kafir terdahulu, Allah perangi mereka, bagaimana mereka sampai dipalingkan”.
Masih banyak lagi ayat yang serumpun dengan ayat-ayat di atas, dan kami sarankan Anda untuk merenungkannya lebih banyak. [16]

4-3. Agama semua manusia.

Al-Qur’an, mayoritas seruan ayat-ayatnya ditujukan kepada semua manusia, dan mengajak mereka tanpa terkecuali kepada agama Islam serta memperkenalkan al-Qur’an dan Rasulullah saw. sebagai petunjuk semua manusia. Di antaranya, Allah swt. berfirman:
وَ مَا أرسَلنَاکَ إلَّا کَافَّةً لَلنَّاسِ بَشِیرًا وَ نَذِیرًا [17] ,

artinya: “Dan tiadalah Kami mengutus engkau melainkan untuk seluruh manusia sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan”. Di tempat lain disebutkan:
قُل یَا أیُّهَا النَّاسُ إنِّي رَسُولُ اللهِ إلَیکُم جَمِیعًا [18] ,

artinya: “Katakanlah, hai sekalian manusia, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepada kalian semua”. Dan terkait dengan universalitas al-Qur’an Allah swt. juga berkali-kali menegaskan seperti:
إن هُوَ إلَّا ذِکرٌ لِلعَالَمینَ [19] ,

artinya: “Al-Qur’an adalah suatu peringatan untuk semesta alam”.

4-4. Ajakan terhadap Ahli Kitab untuk masuk Islam.


Al-Qur’an mengajak Ahli Kitab untuk masuk agama Islam dan menyebut penolakan terhadap Islam sebagai kekafiran dan tergolong menutup-nutupi kebenaran:
یَا أهلَ الکِتَابِ قَد جَاءَکُم رَسُولُنَا یُبَیِّنُ لَکُم کَثِیرًا مِمَّا کُنتُم تُخفُونَ مِنَ الکِتَابِ وَ یَعفُوا عَن کَثِیرٍ قَد جَاءَکُم مِنَ اللهِ نُورٌ وَ کِتَابٌ مُبِینٌ. یَهدِي بِهِ اللهُ مَنِ اتَّبَعَ رِضوَانَهُ سُبُلَ السَّلَامِ وَ یُخرِجُهُم مِنَ الظُّلُمَاتِ إلَی النُّورِ بِإذنِهِ وَ یَهدِیهِم إلَی صِرَاطٍ مُستَقِیمٍ. [20]

Artinya: “Hai Ahli Kitab, sunguh telah datang kepada kalian utusan Kami menjelaskan kepada kalian banyak dari isi Alkitab yang kalian sembunyikan dan banyak (pula yang) dibiarkannya, sungguh telah datang kepada kalian cahaya dari Allah dan Kitab yang terang. Dengan itu Allah memberi petunjuk kepada orang-orang yang mengikuti keridhaan-Nya kepada jalan keselamatan, dan mengeluarkan mereka dari gelap gulita kepada cahaya dengan izin-Nya dan menunjuki mereka ke jalan yang lurus”. Di tempat lain al-Qur’an menyebutkan:
یَا أهلَ الکِتَابِ لِمَ تَکفُرُونَ بِآیَاتِ اللهِ وَ أنتُم تَشهَدُونَ. [21]

Artinya: “Hai Ahli Kitab, kenapa kalian mengingkari ayat-ayat Allah padahal kalian bersaksi (akan kebenarannya)”.
Di bidang ini, masih banyak ayat-ayat yang menunjukkan kebatilan pluralisme agama dengan cara yang berbeda-beda, selain juga ayat-ayat itu mengajak manusia seluruhnya untuk mengenal agama Islam dan mengikutinya. [22]

Kelima: Pemisahan antara Hakikat dan Alasan

Agama yang benar sejati (haq) dan jalan lurus (shirotul mustaqim) adalah satu, tapi alasan adalah sesutu dan kondisi yang berbeda!! Yang harus dipisahkan dari masalah kebenaran sejati. Para pengikut agama-agama yang lain berada di luar syariat yang benar sejati sesuai dengan keinginan Ilahi, tapi dalam situasi dan kondisi tertentu terkadang mereka mempunyai alasan yang bisa diterima kenapa mereka sampai keluar dari kebenaran sejati tersebut, di antaranya adalah: kebodohan yang tidak didasari oleh keteledoran terhadap agama Islam, atau sudah menelusuri hakikat di dalam suara hati dan mencarinya sekuat tenaga serta komitmen terhadap keputusan-keputusan akal dan fitrah.
Berdasarkan alasan itu, kendatipun jalan yang ditempuh oleh seseorang bukan jalan yang lurus dan agama yang benar sejati, tapi dia di sisi Allah swt. nanti pada Hari Kiamat tergolong orang-orang yang berhalangan dan uzurnya diterima. Al-Qur’an menyebut kelompok orang seperti ini dengan kelompok atau orang “yang tertindas”. Kelompok ini, selain uzur mereka diterima, mereka juga akan mencapai tingkat kebahagiaan sesuai dengan kejujuran batin dan ragam keyakinan serta tindakannya, dengan kata lain sesuai dengan tolok ukur “kebaikan pelaku” dan “kebaikan tigkah laku”.
Pandangan Islam berkaitan dengan topik ini terabstraksi dalam poin-poin berikut:

1. Agama yang benar sejati hanya agama Islam. Yaitu agama tauhid dengan arti yang sesungguhnya dan sempurna meliputi semua sisi. Agama ini merupakan agama semua nabi atau utusan Tuhan, dan mereka mengajak semua manusia untuk memeluk agama ini. Oleh karena itu, ajaran-ajaran seperti trinitas dan dualisme Tuhan serta ... tidak mungkin mempunyai asas yang benar.

2. Menurut Islam, syariat memiliki pluralitas vertikal. Yakni, apa yang selama ini berganti adalah syariat Ilahi, dan setiap nabi pembawa syariat menghapus syariat yang sebelumnya dan membawakan syariat yang lebih sempurna serta proporsional dengan proses penyempurnaan manusia dan tuntutan zaman. Oleh karena itu, pluralitas vertikal syariat-syariat memang terjadi, tapi bukan pluralitas horisontal atau sejajar, dan dengan datangnya syariat penutup maka semua syariat yang sebelumnya telah dihapus sehingga satu-satunya syariat yang diterima adalah syariat penutup yang disampaikan oleh Nabi Muhammad saw.

3. Keselamatan dan kebahagiaan manusia tergantung pada hujjah atau bukti Tuhan terhadap manusia dan jawaban manusia terhadap-Nya. Setiap orang, bertanggung jawab atas bukti-bukti dalam diri (berupa akal dan fitrah serta ...) dan bukti-bukti di luar diri (berupa tuntunan para nabi) yang mereka capai secara riel atau dapat dia capai, adapun jika ada bukti-bukti yang tidak dicapai dan tidak dapat dicapai oleh seseorang maka dia terhitung sebagai orang yang berhalangan[23].
sumber :asli

1. Untuk lebih jelasnya, Anda bisa merujuk pada referensi berikut:
1. Muhammad Husein Thaba’ Thaba’i dan Mutahhari, Ushule Falsafeh wa Rawesye Realisme, jilid 5, Qom, percetakan Sadra, cetakan keempat, tahun 1347 hijriah syamsyiah.
2. Murtadha, Mutahhari, Tauhid, Qom, percetakan Sadra, cetakan ketiga, tahun 1347 HS.
2. Anda bisa lihat: Injil Yohanes, 1:112, kitab Ciptaan, 30:3819, dan untuk mengetahui informasi lebih lanjut Anda bisa merujuk kepada kitab Anisul A’lam, jilid 3; Muhammad, Shadiqi, Bisyorote Ahdain, hal. 73 dan 177. Tuduhan-tuduhan ini dimuat di sana padahal argumentasi-argumentasi rasional menetapkan urgensitas kesucian (ismah) para nabi dari dosa dan noda.
3. Kitab Jadian, 43:2330.
4. Injil Mathius, 38:5, begitu pula mayoritas surat-suratnya Poulus ke kaum Romawi.
5. Di dalam jilid kedua Anisul A’lam disebutkan 125 kontradiksi yang terdapat di dalam al-Kitab. Anda juga bisa merujuk pada buku: Hakikate Masihiyat, Qom, penerbit Muassesehye Dar Rohe Haq, cetakan pertama, tahun 1361 HS., halalaman 127-133; Zamani, Musthafa, Beh Suye Islomi yo Aiyne Keliso, Qom, penerbit Payome Islom, 1346 HS.
6. Michel, Thomas, Kalome Masihi, terjemahan Husein Taufiqi, Qom, penerbit Markaze Mutoleot wa Tahqiqote Adabiyot wa Mazohib, cetakan pertama tahun 1377 HS., halaman 23-27.
7. QS. 16:66; 45:32.
8. QS. 14: 9 dan 10.
9. QS. 14: 256.
10. Untuk penjelasan lebih lanjut, Anda bisa merujuk pada referensi berikut:
1. Muhammad Hasan, Qadrdan Qaramaliki, Qur’an wa Pluralizme Dini, Teheran, Muasesehye Farhangiye Donesy wa Andisyehye Mu’osir.
2. Markaze Mutole’ot wa Pazhuhesyhoye Farhangiye Hawzehye Ilmiyeh, Pluralizme Dini, Qom, cetakan pertama tahun 1380.
3. Ali, Rabbani Gulpaigani, Tahlil wa Naqde Pluralisme Dini, Teheran, Muassesehye Farhangiye Donesy wa Andisyehye Mu’oser, cetakan pertama tahun 1387 HS.
4. Ketobe Naqd, no.4, Teheran, Muassesehye Farhangiye Donesy wa Andisyehye Mu’oser, cetakan pertama tahun 1378 HS.
11. QS. 17: 36; 10: 36; 53: 28.
12. QS. 3: 85.
13. Untuk penjelasan lebih lanjut Anda bisa merujuk pada: Muhammad Hasan, Qadrdan Qaramaliki, Qur’an wa Pluralizme, hal. 117-136.
14. QS. 2: 120.
15. QS. 9: 30.
16. Lihatlah: QS. 3: 61, 9: 31-32, 4: 157 dan 171, 5: 51 dan 73, 48: 28, 61: 9, 19: 88 dan 91, 2: 79.
17. QS. 34: 28.
18. QS. 7: 158. Anda juga bisa lihat QS. 4: 79, 22: 49, 25: 1, 21: 107.
19. QS. 81: 27, 12: 104, 38: 87, 6: 90. Anda juga bisa melihat QS. 14: 1 dan 52, 3: 138, 6: 18, 4: 174, 25: 1.
20. QS. 5: 15-16. begitu pula ayat ke19.
21. QS. 3: 70. begitu pula QS. 2: 41, 3: 71.
22. Untuk perincian lebih lanjut, Anda bisa merujuk pada: Muhammad Hasan, Qadrdan Qaramaliki, Qur’an wa Pluralizme, Teheran, Muassesehye Farhangiye Donesy wa Andisyehye Mu’osir, cetakan pertama, 1380 hs.
23. Untuk penjelasan lebih lanjut, Anda bisa merujuk pada:
a. Murtadha Mutahhari, Adle Ilohi, bagian kesembilan (amalan baik non muslim), Qom, Shadra.
b. Muhammad Hasan, Qadrdan Qaramaliki, Suyehhoye Pluralisme, Teheran, Muassesehye Farhangiye Donesy wa Andisyehye Mu’oser, cetakan pertama, 1378 hs., halaman 110-116.

April 01, 2016

Apakah Semua Agama Itu Benar?

Di dunia ini ada begitu banyak agama, tapi dari sekian banyak agama yang ada, hanya ada dua agama yang selalu berpotensi konflik yaitu ISLAM dan KRISTEN.
Belum pernah kita melihat/mendengar ada agama YAHUDI, BUDHA, KONG HUCHU, HINDU dan lain-lain yang berdakwah kemana-mana dalam rangka untuk mempengaruhi umat beragama lainnya agar masuk dan ikut kedalam agama mereka, belum pernah!!!
Yang seringkali melakukan kegiatan da’wah kemana-mana, hanyalah agama islam dan Kristen. Gerja dibangun dimana-mana,bahkan hampir disetiap RUKO dan MALL ada salah satu ruangan atau gedung yang mereka sewa untuk dijadikan GEREJA.
Pendeta dan misionaris serta evangelis atau penginjil, disebarkan keseluruh dunia dalam rangka mendakwahkan agama mereka, karena mereka yakin hanya agama mereka saja yang benar dan menyelamatkan, kalau perlu semua orang masuk kedalam agama Kristen.
Islam juga demikian, mesjid dan mushola dibangun dimana-mana. Utstadz, kyai, mubaligh dan da’I disebarkan kemana-mana dalam rangka untuk mend’wahkan kebenaran islam, kalau perlu semua orang masuk kedalam agama Islam.
Kedua agama besar ini, sama-sama mengklaim bahwa agamanya saja yang benar dan menyelamatkan manusia di akhirat nanti.
Menurut umat Islam, semua manusia kafir, bakal masuk neraka dan kekal di dalamnya, kecuali tentu yang beragama islam atau pengikut nabi Muhammad SAW.
Menurut umat kristiani, mereka juga yakin bahwa semua manusia tidak akan selamat dan bakal masuk neraka, kecuali pengikut YESUS.
Sehigga timbul pertanyaan, apakah pernyataan kedua agama ini sama-sama benar? Atau dengan kata lain : MANA YANG BENAR, ISLAM ATAU KRISTEN?
Sampai saat ini masih cukup banyak orang-orang yang berpendapat bahwa semua agama benar, semua agama sama, semua kitab suci wahyu Allah dan semua pemeluk agama masuk surge. Bahkan beberapa yag dipropangandakan oleh JIL (jaringan Islam Liberal) dengan istilah SEPILIS (Sekularisme, Pluralisme dan Liberalisme) dimana mereka katakan “ SEMUA AGAMA BENAR, SEMUA AGAMA SAMA, SEMUA KITAB SUCI WAHYU ALLAH DAN SEMUA PEMELUK AGAMA MASUK SURGA “.
Menurut mereka tidak boleh umat Islam mengklaim hanya agama islam saja agama yang benar. Tidak boleh umat islam mengklaim Al-qur’an saja kitab suci wahyu Allah dan tidak boleh umat islam mengklaim hanya pemeluk agama islam saja yang masuk surga.
Menurut mereka semua agama benar, semua kitab suci wahyu Allah dan semua pemeluk agama masuk surga, hanya jalan, cara atau teknisnya saja yang berbeda.
Menurut kami, yang benar yaitu, semua agama pasti akan mengklaim bahwa hanya agamanya saja yang benar, bukan hanya umat islam yang mengklaim demikian, tapi semua pemeluk agama.
Jika setiap agama mengklaim bahwa hanya agamanya saja yang benar dan menyelamatkan, itu sesuatu yang wajar, SEBAB MANA ADA KECAP NOMOR DUA, PASTI NOMOR SATU. Jika masing-masing mengkalim seperti itu, adalah hak asasi mereka.
Adanya berbagia agama di dunia ini, al-qur’an membenarkan, artinya islam menerima PLURALITAS karena hal tersebut merupakan SUNNATULLAH sebagai dinamika kehidupan yang menghargai berbagia agama dan kemajemukkan. Tapi islam tidak mengakui atau menolak pemahaman PLURALISME, yaitu suatu isme atau paham yang membenarkan bahwa semua agama adalah sama benarnya. 

Untuk membuktikan sebuah agama benar, maka tak boleh dilihat dari kesalahan ummatnya, kerana ummat tetaplah manusia yg tak sempurna.

 Pembuktian sebuah agama benar juga tidak boleh dilihat dari pendapat orang, kerana lain orang lain fikiran, & ada ramai pendapat orang dimuka bumi ini yg satu sama lain berbeda.

Pembuktian sebuah agama benar wajib dilihat dari konsep ke Tuhanan, nabi sebagai utusan Tuhan dan kitabnya. Jika memang Dia adalah Tuhan yang benar, maka wajib memiliki sifat : Esa/ tungggal, berkuasa, kekal dan tidak menyerupai makhluk ciptaanNya. 

Begitu juga jika ia Nabi yang benar maka wajib terjaga dari kesalahan, manusia biasa, dan mempunyai mukjizat. Jika kitabnya benar maka kitab itu harus sempurna dan lengkap, tidak ada kekeliruan , tidak ada perubahan , dan sebagai wahyu dari Tuhan.

Dalam memilih dan menentukan manakah agama yang benar, ada beberapa aspek yg perlu diambil perhatian:

1) Konsep ketuhanan.
Tuhan yang benar adalah tuhan yang esa/ tunggal. Jika Tuhan lebih dari satu, maka akan menolak fitrah aqal kemanusiaan, karena apapun kepemimpinan didunia ini yang diterima oleh manusia harus satu orang, begitu juga dengan kewujudan Tuhan yang harus tunggal.Tuhan harus berkuasa, kekal abadi dan tidak menyerupai makhluk serta mempunyai utusan.

2) Kenabian.
Tuhan yang berkuasa tidak pergi sendiri ke pada makhluknya untuk menjelaskan agamaNya. Tuhan wajib mempunya seorang utusan dari kalangan manusia yang disebut Nabi. Nabi seharusnya terjaga dari kesalahan, manusia biasa yang tidak mepunyai sifat ketuhanan, dan Nabi harus mempunyai mukjizat.

3) Kitab.
Tuhan wajib mempunyai kitab yang berisi perkataan Tuhan atau firmanNya ( wahyu ). Kitab yang benar adalah lengkap dan sempurna, tidak mempunyai kekurangan, tidak ada perubahan, tetap irisinil atau asli dari ia diturunkan hingga sekarang,dan bukan hasil buatan/ rekaan atau ucapan manusia.

Untuk melihat sedikit perbandingan agama-agama yang ada dan membuktikan bahwa Islam adalah agama yang benar secara singkat, maka bisa di perhatikan uraian dibawah ini :

1. ‘AQIDAH KETUHANAN
( Tuhan yang benar itu adalah yang ESA/ TUNGGAL, BERKUASA, KEKAL ABADI, DAN TIDAK MENYERUPAI MAKHLUK. MEMPUNYAI UTUSAN )
ISLAM: Di dalam agama Islam masalah ‘aqidah ketuhanan terlihat jelas pada prinsip ajaran Tauhid, yaitu hanya Alloh semata Tuhan seluruh alam semesta, sehingga yang ber-hak untuk disembah pun hanya Alloh semata.

YAHUDI: Agama Yahudi meyakini keesaan Alloh dalam ketuhanan Nya, namun umat Yahudi meyakini bahwa Alloh memiliki putera, yaitu Uzair. Sehingga dalam peribadatannya selain menyembah Alloh, mereka juga menyembah Uzair atau Ezra.

KRISTEN( Protestan ): Agama Kristen Protestan adalah sempalan dari agama Ka tholik. Umat Protestan mengaku mengesakan Tuhan, namun dalam keesaan yang berbilang, yaitu Tuhan itu Esa namun terdiri dari 3 oknum, yaitu Alloh ( Tuhan Bapa ), ‘Isa atau Yesus ( tuhan anak ) dan Roh Qudus, yang kemudian disebut dengan Trinitas atau Tritunggal. Sehingga dalam peribadatannya mereka menyembah kepada semua oknum tuhan tersebut.

Kalau didalam Agama Islam jelas tidak rumit dan juga rasional Bahwa Tuahan (Allah SWT) itu Esa dan serba Maha Dalam Qs 112 Alkhlash Tuhan (Allah) itu Maha Esa Dialah tempat bergantung(meminta pertolongan Dia tidak beranak dan tidak pula di peranakan dan tidak ada yang setara dengan Dia.

Dalam Agama Kristen kita kenal Tuhan Bapa, Tuhan Anak dan Roh Kudus yang ketiganya adalah satu di sebut trinitas atau sekarang di sebut Tri tunggal, satu tambah satu di tambah satu sama dengan satu dan menurut saya dari situ saja sudah tidak rasional, tapi tetap harus kita hormati karena Islam yang mengajarkan demikian. Masalah Yesus sebenarnya dikalangan Gerejapun banyak sekali perdebatan mengenai Ketuhanan yesus, dan sebenarnya kalau kita mau jujur dalam Al-kitab sendiri Dari Kejadian sampai Wahyu tidak ada pernyatan dari Yesus sendiri AKU INI ADALAH TUHAN SEMBAHLAH AKU kalau memang dia itu Tuhan mustinya kan harus ada pernyataan pernyataan dari dia sendiri bahwa dia itu Tuhan seperti didalam Al-Quran jelas QS 20 14 “Akulah Sesungguhnya aku ini Allah tidak ada Tuhan selain yang Hak selain Aku dan diriklanlah solat untuk mengingtKu”.

YESUS MENGAKU UTUSAN:
MATIUS10:40 “Barang siapa menyambut aku, ia menyambut Dia yang mengutus Aku”.

MARKUS 9:37 “Dan barang siapa menyambut Aku, bukan aku yang disambut tapi Dia yang mengutus Aku” dan didalam Yohanes 5:37, Yohanes 7:16, Yohanes 14:24 dll Bahkan dalam MATIUS 15:24 Yesus mengatakan bahwa Dia Diutus hanya untuk orang israel dan didalam Alkitabpun tdak ada Kemahan didalam diri Yesus.

KATHOLIK: Agama Katholik adalah sempalan dari agama Ortodox. Umat Katholik mengaku mengesakan Tuhan dengan keesaan yang berbilang yang tercermin dalam ajaran Trinitas atau Tritunggal, yaitu : Tuhan Bapa, tuhan anak dan Roh Qudus. Selain itu mereka juga menyembah Bunda Maria.

HINDU: Agama Hindu menetapkan Tuhan tertingginya adalah Iswara atau Trimurti yang terdiri dari Dewa Brahma, Dewa Wisnu dan Dewa Ciwa. Namun dalam peribadatannya umat Hindu terbelah-bagi, sebagian ada aliran yang me-nyembah Brahma, ada yang menyembah Wisnu dan ada pula yang menyembah Ciwa. Agama Hindu Bali ( Gama Bali ) termasuk yang menyembah Ciwa. Selain itu mere-ka juga menyembah dewa-dewi lainnya yang jumlahnya sangat banyak.

BUDHA: Agama Budha pada asalnya hanya merupakan ajaran filsafat kehidupan. Namun sepeninggal Sidharta Gautama agama Budha mulai berbicara mengenai ketuhanan. Tuhan tertinggi menurut Umat Budha adalah Sang Hyang Adhi Budha. Selain itu, umat Budha mengimport pula dewa-dewi yang lainnya baik yang berasal dari agama Hin-du atau dari ajaran Animisme China. Dan dalam perkembangannya, Shidarta Gautama dan orang-orang suci yang dianggap telah mencapai derajat kebudhaan ikut pula disembah.

2.SIFAT-SIFAT TUHAN
( Tuhan yang benar itu adalah yang ESA/ TUNGGAL, BERKUASA, KEKAL ABADI, DAN TIDAK MENYERUPAI MAKHLUK, MEMPUNYAI UTUSAN )

ISLAM: Dalam ajaran agama Islam, Alloh memiliki sifat-sifat yang mulia dan sempurna yang tidak mungkin diserupai oleh siapa pun. Yaitu sifat-sifat yang tersebut dalam Al-Qur’an dan hadits-hadits yang shohih, tanpa menyerupa kan dengan si-fat-sifat makhluk dan tanpa menta’wilkan-nya ( memalingkan maknanya ).

YAHUDI: Dalam ajaran Yahudi, Alloh dianggap memiliki sifat-si- fat yang kurang sempurna, seperti kikir, bodoh, faqir dan lain-lainnya.

KRISTEN: Dalam ajaran Kristen, baik Protestan maupun Katholik, Alloh adalah sosok yang biasa digambarkan dalam wujud manusia atau diserupakan dengan bentuk manusia.

HINDU: Dalam agama Hindu, dewa-dewa mereka memiliki sifat-sifat yang serba kekurangan, sifat yang ada pada suatu de wa terkadang tidak dimiliki oleh dewa yang lainnya. Se-lain itu, penganut Hindu juga menggambarkan dewa-de-wi mereka dengan berbagai bentuk, ada yang berbentuk manusia dan ada pula yang berbentuk hewan, ada yang tampan atau cantik, tapi ada juga yang jelek dan kejam.

BUDHA: Dalam agama Budha, Tuhan atau dewa tertinggi mereka digambarkan sebagai seorang yang berbentuk manusia se dang duduk bersila dengan bertelanjang dada. Dan sifat-sifat dewa-dewi lainnya sama dengan agama Hindu, yai-tu ada yang tampan atau cantik, namun ada pula yang bu-ruk rupa.

3.KENABIAN
( NABI YANG TERJAGA DARI KESALAHAN, MANUSIA BIASA TIDAK MEMPUNYAI SIFAT KETUHANAN, MEMPUNYAI MUKJIZAT )

ISLAM: Agama Islam meyakini bahwa sosok para nabi adalah pri badi pilihan yang terjaga dari segala macam sifat tercela, bahkan sebelum mereka diangkat menjadi nabi. Namun demikian, para nabi adalah manusia biasa yang tidak me-miliki sifat-sifat ketuhanan.

YAHUDI: Agama Yahudi banyak memberikan sifat-sifat yang tercela kepada para nabi, seperti : pemabuk, pezina, mata ke-ranjang dan lain-lain, baik sebelum maupun setelah men-jadi nabi. Bahkan mereka tak segan-segan membunuh pa ra nabi yang tidak sesuai dengan hawa nafsu mereka.

KRISTEN( Protestan ): Agama Kristen Protestan membolehkan seorang nabi memiliki masa lalu yang buruk, sebagaimana Rosul Paulus yang mantan musuh besar Nabi ‘Isa.

KATHOLIK: Agama Katholik selain membolehkan seorang nabi memiliki masa lalu yang buruk, mereka juga mengkultuskan para nabi, bahkan memberikan sebagian sifat Tuhan kepa da para nabi.

HINDU: Agama Hindu tidak mengakui adanya para nabi. Mereka hanya percaya kepada para Reci yang bertapa dan menda pat wangsit berkenaan dengan agama mereka.

BUDHA: Agama Budha juga tidak mengenal adanya para nabi. Mereka hanya mengakui adanya orang-orang suci yang berupaya mencapai tingkat kebudhaan.

4.KITAB SUCI
( Kitab yang benar itu adalah LENGKAP DAN SEMPURNA, TIDAK ADA KEKELIRUAN, TIDAK ADA PERUBAHAN, WAHYU DARI TUHAN, ORISINIL ATAU ASLI DAN BUKAN REKAAN ATAU BUATAN/ UCAPAN MANUSIA)

ISLAM: Dalam agama Islam, kitab suci Al-Qur’an adalah firman Alloh, bukan buatan atau rekaan Nabi Muhammad shol lallohu ‘alaihi wa sallam yang mesti diriwayatkan secara mutawatir sebagaimana aslinya. Ada pun perkataan Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam adalah hadits, yang hadits pun mesti diriwayatkan secara shohih atau hasan.

YAHUDI: Dalam agama Yahudi, kitab suci mereka telah musnah ketika perkampungan mereka diserbu oleh Bukhtunshir. Penulisan kembali kitab TAURAT dan TALMUD tidak lagi diketahui penulisnya dan waktu penulisannya.

KRISTEN( Protestan ): Dalam agama Kristen Protestan, kitab suci mereka yaitu Injil versi King James, tidak lagi orisinil. Di samping pe-riwayatannya yang tidak mutawatir, bahkan tidak shohih, yang berbahasa aslinya pun tidak lagi diketahui. Bahkan dimungkinkan bagi mereka untuk melakukan revisi pada Injil-Injilnya tersebut.

KATHOLIK: Dalam agama Katholik, kitab suci mereka yaitu Injil ver-si Douay tidak lagi orisinil. Karena periwayatannya yang tidak mutawatir, bahkan tidak shohih, yang berbahasa aslinya pun tidak lagi diketahui. Selain itu, Injil versi Katholik banyak mengalami penambahan yang tidak ada pada Injil versi Protestan.

HINDU: Kitab suci agama Hindu yaitu Veda, tidak hanyalah ki-dung-kidung gubahan para resi dan pertama yang dibuku kan tanpa diketahui penulis dan waktu ditulisnya. Bahkan tidak semua orang Hindu diizinkan mendengar dan membaca kitab Veda, yaitu Kasta Brahmana, Ksatria dan Waisya. Sedangkan kasta Sudra dan Paria dilarang keras mendengarkan Veda.

BUDHA: Kitab suci agama Budha yaitu Tripitaka hanya khutbah-khutbah Sidharta Gautama yang ditulis ¾ abad sepening-gal Sidharta, itu pun belum lengkap. Ditulis baru secara lengkap sekitar 4 abad setelah meninggalnya Sidharta. Dengan demikian kitab suci Tripitaka bukan wahyu.

March 31, 2016

Kenapa percaya pada Islam?

Inilah alasan percaya kepada Islam 
Islam merupakan ajaran agama yang telah dibawa oleh Nabi Muhammad SAW dan ajaran ini telah diyakini oleh jutaan umat manusia di bumi ini. Isi ajaran Islam ini tertuang dalam kitab suci Al-Qur’an yang merupakan firman Allah SWT kepada seluruh hamba-Nya sebagai tuntunan hidup mereka di dunia ini. Kenapa percaya pada Islam? Ada beberapa alasan kuat mengapa umat manusia mempercayai kebenaran ajaran Islam ini, berikut adalah alasannya:
1. Ajaran Islam dapat dibuktikan kebenarannya
Semua ajaran Islam baik itu tentang Tuhan yang telah menciptakan bumi beserta isinya, adanya malaikat, sholat, dan ibadah lainnya dilengkapi dengan argumen yang jelas dan logis. Islam tidak hanya memaksa setiap umatnya untuk mempercayai begitu saja ajaran ini tanpa dibarengi dengan penjelasan rinci dan logis yang dapat ditangkap dengan akal pikiran manusia. Kebenaran akan ajaran Islam yang tertuang dalam Al-Qur’an telah terbukti kebenarannya dan bahkan banyak berkontribusi dalam perkembangan dunia sains.
2. Ajaran Islam tidak berdasarkan pengalaman orang yang telah wafat
Islam merupakan ajaran agama yang tidak berdasarkan pengalaman orang telah wafat, tetapi Islam malah mengundang setiap orang untuk menemukan pengalamannya sendiri dalam kehidupan ini untuk percaya Allah SWT. Dalam Islam telah disebutkan bahwa setiap kebenaran akan muncul dengan beberapa cara atau dengan cara lainnya dan diuji di dunia ini.
3. Tidak ada pertentangan ajaran Islam dengan ilmu pengetahuan
Tidak ada satupun pertentangan antara ajaran Islam dengan ilmu pengetahuan, malah ajaran Islam merupakan sumber dari ilmu pengetahuan dan bahkan hingga saat ini manusia masih mempelajari isi Al-Qur’an untuk menjelaskan ilmu pengetahuan yang ada di dunia ini.
4. Kebenaran isi kitab suci ajaran Islam yaitu Al-Qur’an
Haruskah percaya kepada Islam? Ajaran Islam dapat terbukti kebenarannya dengan fakta kebenaran Al-Qur’an. Berikut beberapa fakta kebenaran isi Al-Qur’an, yaitu:
5 Penciptaan secara berpasang-pasangan
Tidak hanya manusia saja yang diciptakan Tuhan secara berpasang-pasangan melainkan semua materi yang ada di seluruh alam semesta ini. Hal ini telah disebutkan dalam Al-Qur’an. Seorang ilmuwan dari Inggris, yaitu Paul Dirac telah melakukan penelitian terhadap materi di dunia ini dan hasil penelitiannya membuktikan bahwa semua materi yang ada di dunia ini diciptakan secara berpasang-pasangan. Berkat temuannya ini maka pada tahun 1933 Paul Dirac memperoleh penghargaan Nobel dalam bidang fisika.
6. Garis edar dalam tata surya
Dalam Al-Qur’an telah disebutkan bahwa Allah telah menciptakan siang malam, matahari dan bulan yang berada pada garis edarnya masing-masing. Semua benda langit dapat hidup berdampingan berdasarkan garis edarnya masing-masing.
7. Dasar lautan yang sangat gelap
Al-Qur’an telah menyebutkan bahwa lautan memiliki dasar yang sangat gelap. Berdasarkan penelitian manusia hanya bisa menyelam pada kedalaman kurang dari 40 meter tanpa peralatan khusus, pada kedalaman 200 meter jarang dijumpai adanya cahaya, dan di kedalaman 1000 meter tidak dijumpai adanya cahaya sama sekali.
Itulah beberapa informasi seputar alasan percaya kepada Islam dan semua alasan itu merupakan hal yang logis dan dapat dijelaskan secara ilmiah.

March 30, 2016

Doa - doa dan amalan yang dilakukan ketika ditimpa kesulitan hidup

Manusia memiliki kelemahan dan kekurangan. Tanpa pertolongan-Nya, manusia tidak mungkin dapat berdiri dan melangkah dengan pasti. Salah satu pintu mendapat pertolongan-Nya adalah melalui doa. Doa mencitrakan ketundukan dan kepasrahan kepada Yang Maha Mengabulkan Doa. Justru ketundukan itu bukanlah kelemahan, melainkan kekuatan yang bersinar terang.

Rasulullah Saw. bersabda, “Doa itu adalah senjata orang beriman, sendi agama, dan cahaya langit serta bumi.” (HR. Al-Hakim)

“Tidak ada gunanya menghindar dari qadar, sedangkan doa mendatangkan manfaat terhadap apa yang sudah turun dan terhadap apa yang belum turun. Sesungguhnya, musibah itu benar-benar turun. Lalu, doa menghadangnya hingga keduanya saling menyerang sampai hari kiamat.” (HR. Al-Hakim)

Disebutkan di dalam hadits riwayat Bukhari dan Muslim, dari Ibnu Abbas, bahwa Rasulullah Saw. berdoa saat ditimpa kesusahan, 

Laa ilaahailallahul adziimul haliim, laa ilaahailallahu rabbul arsyil adziim, laa ilaahailallahu rabbus samaa waati wa rabbul ardhi rabbul arsyil kariim. 

“Tiada Tuhan selain Allah Yang Maha Agung lagi Maha Pemurah. Tiada Tuhan selain Allah Tuhan Arsy yang agung. Tiada Tuhan selain Allah Tuhan langit, Tuhan bumi, Tuhan Arsy yang mulia.”

Dari Anas Ra., bahwa jika ada sesuatu yang membuat Nabi Saw. bersedih, beliau membaca,  
Ya hayyu ya qayyum birahmatika astaghiits.  
“Wahai Yang Maha Hidup, wahai Yang Maha Berdiri Sendiri, dengan rahmat-Mu aku memohon pertolongan.” (HR. Tirmidzi dan Ibnu Sunni)

selain itu bila dihimpit masalah, dirundung duka, dibebani kesulitan hidup, juga merasa berada dalam ancaman, maka ucapkanlah doa atau dzikir: 

Hasbunallah wani’mal-wakîl, ni’mal-mawlâ, wani’man-nashîr”.
 Artrinya: “Cukuplah Allah tempat berserah diri bagi kami,  sebaik-baik pelindung kami, dan sebaik-baik penolong kami”.

Makna Hasbunallah Wani’mal Wakil
Doa “Hasbunallah Wani’mal Wakil…” tersebut berisi pernyataan ketergantungan kita kepada Allah SWT, memohon perlindungan-Nya, dan mengembalikan semua masalah kepada-Nya.
Doa “Hasbunallah Wani’mal Wakil…” ini tercantum dalam Al-Quran dan Hadits.

 “(Yaitu) orang-orang (yang menta’ati Allah dan Rasul) yang kepada mereka ada orang-orang yang mengatakan:”Sesungguhnya manusia telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka”, maka perkataan itu menambah keimanan mereka dan mereka menjawab: “HasbunalLâh Wani’mal-Wakîl”, Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung”. (QS. 3:173).

“Dan jika mereka berpaling, maka ketahuilah bahwasanya Allah Pelindungmu. Dia adalah sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong [Ni’mal-Mawla Wani’man-Nashîr]“. (QS. 8:40).

“Nabi Saw datang pada hari Perang Uhud, lalu ada yang berkata, ‘Wahai Rasulullah, sesungguhnya orang-orang (kafir) telah mengumpulkan pasukan untuk menyerangmu, maka takutlah kepada mereka!’ Lalu beliau Saw mengucapkan ‘Hasbunallah wani’mal wakil, kemudian Allah menurunkann ayat: “Sesungguhnya manusia telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka,” maka perkataan itu menambah keimanan mereka dan mereka menjawab, “Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung”. (HR. Bukhari).

Setiap Muslim harus mengamalkan doa atau dzikir tersebut. Selain sebagai perwujudan sikap tauhid (mengesakan Allah), juga menegaskan keimanan bahwa Allah Maha Berkuasa segala sesuatu dan kita yakin akan kekuasaan-Nya yang bisa melindungi kita dari segala keburukan.  

Adapun doa yang diajarkan Rasulullah Shalallahu alaihi wa Sallam ketika menghadapi musibah, sebagaimana diriwayatkan dari Ummu Salamah Radhiyallahu Anha berkata,

”Saya mendengar Rasulullah Shalallahu alaihi wa Sallam bersabda,’Tidaklah seorang hamba terkena musibah maka ia mengatakan,
’Inna lillahi wa Inna ilaihi roji’un. Allahumma Ajirnii fii mushibatii wakhluf lii khoiron minha. (Sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nya kami dikembalikan. Yaa Allah berikanlah pahala kepadaku didalam musibahku dan gantilah buatku yang lebih baik darinya) kecuali Allah berikan baginya pahala dari musibahnya dan menggantikan baginya yang lebih baik darinya.” Ummu Salamah berkata,”Tatkala Abu Salamah meninggal lalu aku berdoa dengan yang diperintahkan Rasulullah Shalallahu alaihi wa Sallam maka Allah pun menggantikan buatku yang lebih baik darinya (yaitu) Rasulullah Shalallahu alaihi wa Sallam.” (HR. Muslim)

Wallahu a’lam bish-shawabi.*

March 29, 2016

surat yang dibaca ketika sulit melahirkan

Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin rahimahullah ditanya tentang wirid ayat-ayat yang dibaca ketika seorang wanita kesulitan untuk melahirkan.
Beliau menjawab, Apabila seorang wanita merasa kesulitan untuk melahirkan, maka dia dibacakan ayat-ayat berikut ini dan juga surat Al-Zalzalah di air (minum) kemudian wanita tersebut agar meminum sebagian airnya dan sebagian lainnya di usapkan ke bagian perutnya, maka dia akan melahirkan dengan mudah -dengan izin Allah- dan hal ini telah banyak di praktekkan dan Allah ta’ala memberikan manfaat dengan (ayat-ayat tersebut)…

Dan hal ini termasuk dalam keumuman makna ayat Allah ta’ala:
وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآنِ مَا هُوَ شِفَاءٌ وَرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِينَ …

“Dan Kami turunkan al-Qur’an (sesuatu) yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman…” (QS. Al-Israa’: 82)

Dan ayat-ayat yang dibaca tersebut adalah:

1. Surat Ar-Ra’d: 8
اللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَحْمِلُ كُلُّ أُنْثَى وَمَا تَغِيضُ الأرْحَامُ وَمَا تَزْدَادُ وَكُلُّ شَيْءٍ عِنْدَهُ بِمِقْدَارٍ
Allah mengetahui apa yang dikandung oleh setiap perempuan, dan kandungan rahim yang kurang sempurna dan yang bertambah. Dan segala sesuatu pada sisi-Nya ada ukurannya.

2. Surat Fathir: 11
وَاللَّهُ خَلَقَكُمْ مِنْ تُرَابٍ ثُمَّ مِنْ نُطْفَةٍ ثُمَّ جَعَلَكُمْ أَزْوَاجًا وَمَا تَحْمِلُ مِنْ أُنْثَى وَلا تَضَعُ إِلا بِعِلْمِهِ وَمَا يُعَمَّرُ مِنْ مُعَمَّرٍ وَلا يُنْقَصُ مِنْ عُمُرِهِ إِلا فِي كِتَابٍ إِنَّ ذَلِكَ عَلَى اللَّهِ يَسِيرٌ
Dan Allah menciptakan kamu dari tanah kemudian dari air mani, kemudian Dia menjadikan kamu berpasangan (laki-laki dan perempuan). Dan tidak ada seorang perempuanpun mengandung dan tidak (pula) melahirkan melainkan dengan sepengetahuan-Nya. Dan sekali-kali tidak dipanjangkan umur seorang yang berumur panjang dan tidak pula dikurangi umurnya, melainkan (sudah ditetapkan) dalam Kitab (Lohmahfuz). Sesungguhnya yang demikian itu bagi Allah adalah mudah.

3. Surat An-Nahl: 78
وَاللَّهُ أَخْرَجَكُمْ مِنْ بُطُونِ أُمَّهَاتِكُمْ لا تَعْلَمُونَ شَيْئًا وَجَعَلَ لَكُمُ السَّمْعَ وَالأبْصَارَ وَالأفْئِدَةَ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ
Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu pun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur.

4. Dan surat Al-Zalzalah: 1 – 8

إِذَا زُلْزِلَتِ الْأَرْ‌ضُ زِلْزَالَهَا . وَأَخْرَ‌جَتِ الْأَرْ‌ضُ أَثْقَالَهَا . وَقَالَ الْإِنسَانُ مَا لَهَا . يَوْمَئِذٍ تُحَدِّثُ أَخْبَارَ‌هَا . بِأَنَّ رَ‌بَّكَ أَوْحَىٰ لَهَا . يَوْمَئِذٍ يَصْدُرُ‌ النَّاسُ أَشْتَاتًا لِّيُرَ‌وْا أَعْمَالَهُمْ . فَمَن يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّ‌ةٍ خَيْرً‌ا يَرَ‌هُ . وَمَن يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّ‌ةٍ شَرًّ‌ا يَرَ‌هُ 
Apabila bumi digoncangkan dengan goncangan (yang dahsyat), dan bumi telah mengeluarkan beban-beban berat (yang dikandung)nya, dan manusia bertanya: “Mengapa bumi (menjadi begini)?”, pada hari itu bumi menceritakan beritanya, karena sesungguhnya Tuhanmu telah memerintahkan (yang sedemikian itu) kepadanya. Pada hari itu manusia ke luar dari kuburnya dalam keadaan bermacam-macam, supaya diperlihatkan kepada mereka (balasan) pekerjaan mereka, Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula.