adsense

bidvertiser

June 12, 2008

Rasulullah SAW dan Nabi Palsu

Oleh: Ahmad Rofiqi(Mahasiswa Pasca-Sarjana Program Pendidikan dan Pemikiran Islam, Universitas Ibn Khaldun, Bogor)
Dimuat di Harian REPUBLIKA, Jumat, 29 Februari 2008
atau
http://www.republik a.co.id/koran_ detail.asp? id=325368&kat_id=16


Dominasi peradaban Barat telah menyebabkan banyak cendekiawan berusaha mengubah ajaran-ajaran Islam, agar sesuai dengan konsep HAM sekular Barat. Salah satu konsep Islam yang mendapat serangan adalah konsep tentang murtad (orang yang keluar dari agama Islam). Sesuai dengan Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia, maka manusia dijamin haknya untuk memeluk agama apa saja, termasuk keluar masuk suatu agama. Bagi mereka, agama dianggap seperti baju. Kapan saja boleh ditukar-tukar, sesuai dengan seleranya.


Salah satu cara yang dilakukan para cendekiawan adalah berusaha "mengubah sejarah", dengan menulis bahwa seolah-olah, Nabi Muhammad saw berdiam diri saja terhadap tindakan kemurtadan. Bahkan, perang melawan kaum murtad yang dilakukan oleh Abu Bakar ash-Shiddiq r.a. dikatakan sebagai perang melawan pemberontak yang semata-mata bermotifkan politik, bukan perang atas dasar agama.


Sebuah buku sejarah Nabi Muhammad SAW yang ditulis oleh Dr. Muhammad Husein Haekal, misalnya, juga menulis, bahwa nabi palsu yang muncul pada masa Rasulullah SAW tidaklah terlalu mempengaruhi beliau untuk melakukan tindakan-tindakan militer.


"Itulah sebabnya, tatkala ada tiga orang yang mendakwakan diri sebagai nabi, oleh Muhammad tidak banyak dihiraukan." (Haekal, Sejarah Hidup Muhammad, (terj). 1990:559). Di Indonesia, disertasi, tesis, skripsi, dan buku-buku yang mendukung "hak murtad" ini sangat banyak. Salah satu trik mereka adalah mengungkap sejarah dengan keliru.


Kisah Dua Utusan


Dalam kitabnya Al Sunan (Kitab Al Jihad, Bab Ar Rusul hadits no, 2380) Abu Daud meriwayatkan sebuah hadits dari Abdullah bin Mas'ud. Ketika menerima dua utusan Nabi palsu, Musailamah al-Kazzab, Rasulullah Saw bertanya kepada mereka: "Apa yang kalian katakan (tentang Musailamah)? Mereka menjawab, "Kami menerima pengakuannya (sebagai nabi)". Rasulullah SAW berkata: "Kalau bukan karena utusan tidak boleh dibunuh, sungguh aku akan memenggal leher kalian berdua".


Lafadz ini diceritakan juga oleh Ahmad (hadits no. 15420), Al Hakim (2: 155 no. 2632). Ahmad (hadits no. 15420) melaporkan melalui Abdullah bin Mas'ud dengan lafadz "la-qataltu- kumaa", (aku pasti membunuh kalian berdua). Versi hadits ini diceritakan kembali oleh kitab-kitab sejarah seperti Al Thabari (Tarikh Al Thabari, Juz 3 Bab Masir Khalid bin Walid) dan Ibnu Katsir (Al Bidayah wa Al Nihayah, Dar Ihya' Al Turats Al Arabi , tt, Juz 6, hal: 5).


Riwayat-riwayat ini menampilkan ketegasan Rasulullah SAW terhadap orang yang mengakui kenabian Musailamah. Tetapi, karena Rasulullah SAW memegang etika diplomatik yang tinggi, maka beliau membiarkan begitu saja kedua utusan Nabi palsu itu.


Abu Daud (hadits no. 2381), Al Nasa'i (Al Sunan Al Kubra, 2: 205) dan Al Darimi (Kitab Al Siyar, hadits no. 2391) menceritakan kesaksian Haritsah bin Al Mudharib dan Ibn Mu'ayyiz yang mendapati sekelompok orang dipimpin Ibn Nuwahah di sebuah masjid perkampungan Bani Hanifah, ternyata masih beriman pada Musailamah. Setelah kejadian ini dilaporkan pada Ibn Mas'ud, beliau berkata pada Ibn Nuwahah (tokoh kelompok tersebut), "Aku mendengar Rasulullah Saw dulu bersabda "Kalau engkau bukan utusan, pasti aku akan penggal kamu", nah, sekarang ini engkau bukanlah seorang utusan". Maka Ibn Mas'ud menyuruh Quradhah bin Kaab untuk memenggal leher Ibn Nuwahah. Ibn Mas'ud berkata, "Siapa yang ingin melihat Ibn Nuwahah mati, maka lihatlah ia di pasar". Masjid mereka pun akhirnya dirobohkan.


Mengapa Rasulullah SAW tidak memerangi Musailamah? Ibn Khaldun menjelaskan masalah ini, bahwa "Sepulangnya Nabi SAW dari Haji Wada', beliau kemudian jatuh sakit. Tersebarlah berita sakit tersebut, sehingga muncullah Al Aswad Al Anasi di Yaman, Musailamah di Yamamah dan Thulaihah bin Khuwailid dari Bani Asad; mereka semua mengaku nabi. Rasulullah SAW segera memerintahkan untuk memerangi mereka melalui edaran surat dan utusan-utusan kepada para gubernurnya di daerah-daerah dengan bantuan orang-orang yang masih setia dalam keislamannya. Rasulullah SAW menyuruh mereka semua bersungguh-sungguh dalam jihad memerangi para nabi palsu itu sehingga Al Aswad dapat ditangkap sebelum beliau wafat. Adapun sakit keras yang dialami tidak menyurutkan Rasulullah SAW untuk menyampaikan perintah Allah dalam menjaga agama-Nya. Beliau lalu menyerukan orang-orang Islam di penjuru Arab yang dekat dengan wilayah para pendusta itu, menyuruh mereka untuk melakukan jihad (melawan kelompok murtad—pen)". (Abdurrahman Ibnu Khaldun, Tarikh Ibn Khaldun, Dar Al Kutub Al Ilmiyah: Beirut, Libanon, cet. 1, th. 1992, hal 474-475).


Tindakan Abu Bakar r.a.


Pada masa Abu Bakar r.a. kekisruhan negara sumbernya ada dua. Yang pertama orang-orang yang menolak membayar zakat. Yang kedua adalah para nabi palsu. Dalam Al Bidayah wa Al Nihayah Imam Ibn Katsir menulis judul "Fasal Peperangan Abu Bakar melawan Orang-orang Murtad dan Penolak Zakat" (cet. 1 terbitan Dar Al Kutub Al Ilmiyah, Beirut, Libanon: 2001, jilid 6 hal 307). Abu Bakar sampai membentuk sebelas ekspedisi militer untuk menumpas gerakan-gerakan tersebut (Al Daulah Al Umawiyah, Muhammad Al Khudhari, Mansyurat Kulliyah Dakwah Islamiyah, Tripoli, Libya: tt. hal 177-178)


Semula, Umar bin Khatab r.a. mencoba membujuk Abu Bakar r.a. agar tidak memerangi para penolak zakat. Kata Abu Bakar, "Demi Allah, jika mereka berani menolak menyerahkan seutas tali yang dulunya mereka berikan pada Rasulullah SAW, aku pasti akan memerangi mereka karena penolakan ini" (Dikeluarkan oleh Ahmad 1: 11, 19, 35, 2: 35, 4: 8, Al Bukhari hadits no 1561, Muslim Kitab Al Iman hadits no 82, 83 Juz 1 hal 52.)


Pada riwayat lain, disebutkan, bahwa Abu Bakar ash-Shiddiq yang dikenal sangat lembut perangainya, menyatakan: "Rasulullah SAW telah wafat dan wahyu sudah tidak turun lagi! Demi Allah aku akan memerangi mereka selama masih memegang pedang ditanganku meski mereka tidak mau menyerahkan seutas tali!" (Tarikh Al Khulafa', Al Suyuthi, Fasal fii maa Waqa'a fii Khilafati Abi Bakar Al Shiddiq ra). Ungkapan Abu Bakar r.a. "dan wahyu sudah tidak turun lagi" menunjukkan ketegasannya terhadap persoalan "nabi palsu". Dari Handzalah bin Ali Al Laitsi ia berkata, "Abu Bakar memerintahkan Khalid bin Al Walid untuk memerangi orang-orang dengan sebab lima rukun Islam. Siapa saja yang menolak salah satunya hendaknya ia diperangi". (Adz Dzahabi, Tarikh Al Islam,Kitab Sanah Ihda 'Asyr Bab Khabar Al Riddah).


Terkait dengan perang melawan kelompok murtad itu, Ibnu Mas'ud berkata, "Setelah Rasulullah SAW wafat, kami hampir saja binasa kalau saja Allah tidak menganugerahi kami kepemimpinan Abu Bakar" (Tarikh Al Dzahabi, Juz 2, Kitab Sanah Ihda 'Asyr, bab Akhbar al Riddah). Juga dikatakan: "Demi Allah, aku melihat Allah telah melapangkan dada Abu Bakar untuk melakukan perang dan baru aku tahu, inilah keputusan yang benar". (Al Bukhari hadits no 1561). Islam memandang masalah agama (ad-Dinul Islam) sebagai hal yang prinsip, karena menyangkut urusan dunia dan akhirat. Agama bukan hanya laksana baju; boleh dipakai dan ditanggalkan kapan saja. Untuk berganti menjadi warga negara saja, orang tidak boleh sembarangan; apalagi menyangkut gonta-ganti agama. Pandangan ini berbeda dengan cara pandang orang sekuler yang melihat agama sebagai urusan pribadi dan hubungan antar manusia semata.


agama sebagai urusan pribadi dan hubungan antar manusia semata.Karena itulah, Rasulullah SAW dan Abu Bakar ash-Shiddiq r.a. bersikap tegas terhadap setiap penyelewenangan terhadap agama. Jadi, sangat tidak benar, jika umat Islam – apalagi para ulamanya – hanya berdiam diri terhadap segala bentuk kesesatan dan kemurtadan. Oleh sebab itu, sesuai dengan fungsinya, tindakan MUI yang menetapkan ajaran sejumlah nabi palsu sebagai "ajaran sesat" adalah tindakan yang sangat tepat. Tentu saja, tindakan berikutnya adalah menjadi tanggung jawab penguasa (umara).

June 11, 2008

AHMADIYAH MENIPU (LIMA PERKARA TOLAK AHMADIYAH)

Oleh : Hb. Muhammad Rizieq Syihab, Lc, MA.Ketua Umum Front Pembela Islam / Ketua Rabithoh 'Alawiyahdan Anggota Majelis A'la Dewan Imamah Nusantara serta Kandidat Doktor bidang Syariah di Universiti Malaya.
Dimuat di Harian Republika, OPINI, tanggal 28 Mei 2008, atau di website Republika :
http://www.republik a.co.id/koran_ detail.asp? id=335555&kat_id=16&kat_id1=&kat_id2=


Membaca tulisan Shamsir Ali di Republika, Jum'at 23 Mei 2008, yang berjudul Ahmadiyah Menjawab, saya memandang perlu untuk menanggapi, karena penuh dengan penipuan dan penyesatan.


Shamsir Ali hanya mengemukakan "sejumlah persamaan" antara Ahmadiyah dan Islam, sambil menyembunyikan "segudang perbedaan" antara keduanya, lalu mengambil kesimpulan bahwa Ahmadiyah sama dengan Islam. Padahal, kita sama tahu bahwa adanya persamaan antara Ahmadiyah dan Islam tidak berarti bahwa Ahmadiyah itu sama dengan Islam, sebagaimana banyaknya persamaan antara monyet dan manusia tidak berarti monyet itu sama dengan manusia.


Disini, saya akan menyoroti tulisan Shamsir Ali terkait 5 (lima persoalan). Pertama, soal kenabian. Ahmadiyah memang mengakui bahwa Muhammad saw adalah Nabi dan Rasul, tapi Ahmadiyah tidak mengakuinya sebagai Penutup Para Nabi. Kalau pun Ahmadiyah mengakui Nabi Muhammad saw sebagai Khaatamun Nabiyyiin, tapi dengan makna Stempel Para Nabi atau Semulia-mulianya Para Nabi, bukan dengan arti Penutup Para Nabi. Kalau pun Ahmadiyah terkadang menerima Muhammad sebagai Penutup Para Nabi, tapi dibatasi hanya nabi yang bawa syariat yang ditutup, sedang nabi yang tidak bawa syariat tetap ada sampai akhir zaman.


Dalam kitab Tadzkirah hal 493 brs 14 tertulis bahwa Mirza Ghulam Ahmad (MGA) dijadikan sebagai Rasul, dan di hal 651 brs 3 tertulis bahwa Allah memanggil MGA dengan panggilan Yaa Nabiyyallaah (Wahai Nabi Allah).


Shamsir Ali pura-pura memuji Nabi Muhammad saw sebagai Nabi yang istimewa dan termulia, padahal dalam kitab Tadzkirah hal 192, 368, 373, 496 dan 579 disebutkan bahwa MGA adalah makhluk terbaik di alam semesta yang mendapat karunia Allah yang tidak pernah didapat oleh selainnya. Selain itu, Shamsir Ali menyatakan bahwa MGA adalah Al-Masih, padahal dalam Tadzkirah disebutkan bahwa MGA bukan hanya Al-Masih, tapi MGA adalah Al-Masih putra Maryam ( Hal 192, 219, 222, 223, 243, 280, 378, 380, 387, 401, 496, 579, 622, 637 dan 639). Disini, Shamsir Ali berusaha menyembunyikan "keanehan aqidah" nya.


Tidak sampai disitu "keanehan aqidah" Ahmadiyah. Dalam kitab Tadzkirah hal 412 brs 2 dan hal 436 brs 2-3 tertulis bahwa MGA disamakan dengan anak Allah, dan di hal 636 brs 13 disamakan pula dengan 'Arsy. Lebih dari itu, Tadzkirah menyebutkan bahwa kedudukan MGA sama dengan ketauhidan dan keesaan Allah (Hal 15, 196, 223, 246, 368, 276, 381, 395, 496, 579, 636). Lalu MGA menyatu dengan Allah dan menjadi Allah, lalu MGA lah yang menciptakan langit dan bumi (Hal 195-197, 696 dan 700). Sedang di hal 51 brs 4 tertulis firman Allah kepada MGA Yaa Ahmad yatimmu ismuka wa laa yatimmu ismii (Hai Ahmad, sempurna namamu, dan tidak sempurna nama-Ku). Lihat juga di hal 245, 277 dan 366.


Kedua, soal Kitab Suci. Ahmadiyah memang mengakui bahwa Al-Qur'an adalah Kitab Suci yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw, tapi Ahmadiyah tidak mengakuinya sebagai Kitab Suci terakhir. Kalau pun Ahmadiyah mengakui Al-Qur'an sebagai Kitab Suci terakhir, tapi dibatasi hanya sebagai wahyu syariat yang terakhir, sedang wahyu non syariat tetap ada sampai akhir zaman. Menurut Ahmadiyah bahwa kitab Tadzkirah adalah kumpulan wahyu suci dari Allah SWT kepada MGA yang kedudukannya sama dengan kitab suci.


Shamsir Ali boleh mengelak tentang penisbahan penulisan Tadzkirah kepada MGA, tapi dia tidak bisa memungkiri bahwa isi kandungan Tadzkirah memang berasal dari MGA, karena isi Tadzkirah - menurut Ahmadyah - adalah kumpulan wahyu Allah SWT kepada MGA. Dan dia juga tidak bisa mengelak bahwa yang tulis, cetak, perbanyak dan sebarluaskan Tadzkirah ke seluruh dunia adalah Ahmadiyah sendiri. Dalam 12 poin komitmen Ahmadiyah - Departemen Agama RI tertanggal 14 Januari 2008 dinyatakan bahwa Tadzkirah adalah catatan pengalaman rohani MGA.


Penting diketahui, bahwa di awal kitab Tadzkirah tertulis bahwa Tadzkirah adalah Wahyun Muqoddas (Wahyu yang suci). Di hal 43 brs 8, tertulis ucapan MGA Khoothobani Robbii wa Qoola (Tuhanku bicara langsung kepadaku dan berfirman). Di Hal 278, 369, 376 dan 637 tertulis bahwa Allah menurunkan Tadzkirah di sekitar Qodiyan. Di hal 668 brs 12 tertulis bahwa MGA sama dengan Al-Qur'an dan dia akan mendapatkan Al-Furqon.


Nah, bagaimana bisa disamakan antara Islam yang beriman bahwa Muhammad adalah Penutup Para Nabi dan bahwa Al-Qur'an adalah Kitab Suci terakhir, dengan Ahmadiyah yang "beriman" bahwa setelah Muhammad saw ada nabi baru bernama MGA, dan bahwa setelah Al-Qur'an ada kitab suci baru bernama Tadzkirah yang diturunkan kepada MGA di Qodiyan – India ? Bagaimana pula bisa disamakan antara Islam yang beraqidahkan lurus dan benar, dengan aqidah aneh Ahmadiyah yang meyakini bahwa MGA makhluq yang termulia, dan namanya lebih sempurna dari nama Allah, serta bahwa MGA sama dengan 'Arsy dan anak Allah, bahkan menyatu dengan Allah dan jadi Allah ? Ini adalah persoalan Ushuluddin yang sangat prinsip dan mendasar.


Ketiga, soal Ahmadiyah antek kolonialisme, bukan fitnah, tapi MGA sendiri yang mengaku. Dalam kitab Ruhani Khazain yang merupakan kumpulan karya MGA, Vol 3 Hal 21, MGA menyatakan kesediaan berkorban nyawa & darah bagi Inggris yang saat itu menjajah India. Dan di hal 166 pada Vol yang sama, MGA mewajibkan berterima-kasih kepada Inggris yg diakui sebagai pemerintah yg diberkahi. Di Vol 8 Hal 36, MGA mengaku sbg Pelayan Setia Inggris, lihat juga di Vol 15 Hal 155 & 156. Dan puncaknya di Vol 16 Hal 26 dan Vol 17 Hal 443, MGA menghapuskan Hukum Jihad


Perlu dicatat, bahwa di tahun 1857, tatkala terjadi pemberontakan besar yang dilakukan kaum muslimin India terhadap penjajah Inggris, ayah MGA yang bernama Ghulam Murtaza (Murtadha) ikut dalam pasukan Inggris untuk membantai kaum muslimin. Hal ini MGA sendiri yang cerita dalam kitab Tuhfah Qaishariyah Hal.16.


Dan itulah sebabnya Ahmadiyah disayang dan dipelihara Inggris hingga hari ini. Dan itu pula yang menjadi sebab Belanda tertarik untuk menghadirkan Ahmadiyah di Indonesia pada tahun 1925. Para Pelajar Jawa – Sumatera di India yang disebut-sebut Shamsir Ali sebagai pembawa Ahmadiyah ke Indonesia hanya kamuflase. Intinya mereka adalah antek Belanda.Dalam sejarah perjuangan melawan penjajah Belanda, Inggris, Portugis dan Jepang di Indonesia tidak ada seorang Ahmadiyah pun yang terlibat. Ada pun nama seorang Ahmadiyah yang disebut-sebut Shamsir Ali sebagai anggota Panitia Pemulihan Pemerintahan RI dan mendapat Bintang Jasa Kehormatan dari Pemerintah RI masih harus diteliti dan diperiksa kebenarannya. Kalau pun benar, itu tidak berarti menjadi bukti kebenaran Ahmadiyah. Banyak antek penjajah saat menjelang kemerdekaan RI balik badan secara tiba-tiba untuk mendukung pemerintah RI. Mereka menyalip di tikungan dan menjadi pahlawan kesiangan. Mereka adalah para pengkhianat yang mencari selamat dan manfaat.


Keempat, soal legalitas Ahmadiyah di Indonesia. Memang, Ahmadiyah pernah dilegalkan berdasarkan SK Menteri Kehakiman RI No. JA / 23 / 13 tgl 13 Maret 1953 yang kemudian dimuat dalam Tambahan Berita Negara RI No.26 tgl.31 Maret 1953. Tapi patut diperhatikan, bahwa SK tersebut sudah kadaluwarsa dan secara hukum tidak berlaku dengan adanya Perpres No.1 Th.1965 tentang Penodaan Agama dan KUHP Psl. 156a tentang Penistaan Agama. Karenanya, legitimasi Ahmadiyah terus dikoreksi secara bertururt-turut melalui berbagai SK yang melarang Ahmadiyah di berbagai daerah, antara lain : SK Kejari Subang – Jabar Th.1976, SK Kejati Sulsel Th.1977, SK Kejari Lombok Timur Th.1983, SE Dirjen Bimas Islam – Depag RI Th.1984, SK Kejari Sidenreng – Sulsel Th.1986, SK Kejari Kerinci – Jambi Th.1989, SK Kejari Tarakan – Kaltim Th.1989, SK Kejari Meulaboh – Aceh Barat Th.1990, SK Kejati Sumut Th.1994, SKB Muspida Kuningan – Jabar Th.2003, SKB Muspida Bogor – Jabar Th.2005, Rekomendasi Bakorpakem 18 Jan 2005 & 16 April 2008.


Kelima, soal prestasi dunia Ahmadiyah. Shamsir Ali begitu bangga dengan banyaknya cabang Ahmadiyah di dunia, pembangunan tempat ibadah, sekolah, stasiun televisi, dan sebagainya. Lalu Shamsir Ali menjadikan semua itu sebagai bukti kebenaran Ahmadiyah. Itu sama sekali tidak berarti, karena tidak menjadi bukti kebenaran Ahmadiyah. Apakah keberhasilan Yahudi dan Nashrani di dunia berarti bahwa mereka benar dan lurus ?! Sekali-kali tidak. Begitu juga keberhasilan Ahmadiyah. Itu semua adalah istidraaj.


Selain itu, tercatat dalam sejarah, sebagaimana dinukilkan oleh ulama terkenal Pakistan, DR. Ihsan Ilahi Zhahir, dari berbagai sumber Ahmadiyah sendiri melalui kitabnya Al-Qadiyaniyah Diraasaat wa Tahliil, bahwa pada tanggal 15 April 1907, MGA menulis bahwa Surat Mubaahalah (saling sumpah dan siap untuk dilaknat) kepada Asy-Syeikh Abul Wafa Tsanaa-allah Al-Amrtasri rhm. Dalam Mubaahalah disebutkan bahwa Si Pendusta akan terkena kolera, dan mati hina dilaknat Allah SWT, sedang Si Jujur akan tetap hidup saat kematian Si Pendusta. Faktanya, selang13 bulan 11 hari, tepatnya pada tanggal 26 Mei 1908, MGA mati akibat kolera, bahkan sebagian sumber sejarah menyatakan bahwa MGA mati di WC saat buang-buang air tiada henti seharian. Sedang Si Jujur Syeikh Tsanaa-allah rhm tetap hidup sampai 40 tahun setelah kematian Si Pendusta MGA Al-Kadzdzaab. Alhamdulillah.


Akhirnya, saya ingin menegaskan bahwa Islam sangat menghargai Kebebasan Beragama, tapi Islam tidak pernah mentolerir Penodaan Agama. Islam mengharamkan pemaksaan umat agama lain untuk masuk ke dalam agama Islam, bahkan mengharamkan segala bentuk penghinaan dan gangguan terhadap umat agama lain. Dalam pandangan Islam, bahwa agama lain seperti Kristen , Budha dan Hindu, memiliki agama dan konsep ajaran sendiri, sehingga mereka mesti dihargai dan dihormati, serta tidak boleh diganggu selama mereka tidak mengganggu Islam. Inilah Kebebasan Beragama. Sedang Ahmadiyah mengatasnamakan Islam tapi menyelewengkan ajaran Islam, sehingga mereka sudah menyerang, mengganggu dan merusak Islam. Itulah Penodaan Agama. Karenanya, mereka mesti dilawan dan dilenyapkan untuk menjaga kemurnian ajaran Islam.

June 08, 2008

Ya'juj dan Majuj sudah ditemukan???

WASHINGTON -- Weekly World News telah memaparkankan tentang penemuan mengejutkan mengenai satu kaum primitif yang di panggil Mole People hidup 20 batu di bawah tanah, menggunakan terowong rahasia untuk memasuki United States! Penemuan ini telah detiliti bukan oleh ahli purba, tetapi oleh saintis NASA yang menggali jauh ke dalam Bumi - dan mereka mencoba menyembunyikan penemuan kaum ini dari masyarakat umum. Seorang pekerja NASA yang tidak mau dikenali telah memaparkankan gambar-gambar eksklusif dan informasi mengenai kaum 'orang gua' ini.



'Cerita ini harus diberitahu,' kata sumber itu. 'Ia terlalu besar untuk disembunyikan'. Sumber itu telah memaparkankan beberapa rahsia besar mengenai Mole People. 'Nampaknya mereka sepertinya kaum yang ramah', beliau berkata, 'Tetapi mereka amat primitif. Kami coba berkomunikasi dengan mereka, tetapi mereka tidak bisa berbahasa English'.

'Mole People, sebagaimana yang kami panggil, senang untuk ke muka Bumi (surface world)', kata sumber itu. 'Dengan demikian, President Bush mengendalikan situasi ini dengan penuh hati-hati. 'kalua salah ditangani maka akan mengakibatkan perang dengan manusia di atas. Kami tidak tahu pasti berapa jumlah mereka ini. Kami baru melihat satu komunitas, dengan perkiraan 2000 orang Mole tinggal di situ. 'Tetapi ada pihak yang menyatakan bahawa mungkin berjuta-juta orang Mole tinggal merata di dalam bandar-bandar bawah tanah, tersebar di bawah muka Bumi.

Makhluk itu mempunyai beberapa persamaan dengan manusia - dan juga sedikit perbedaan. 'Seperti kita, mereka berjalan dengan dua kaki, tetapi mereka jauh lebih tinggi dari manusia biasa - setinggi 8 ke 10 kaki. Jari-jari mereka seperti kuku binatang. Dan tangan mereka juga seperti kaki itik webbed), mungkin untuk menggali, bukan seperti kuku mole' kulit mereka sangat kuat. kemungkinan untuk menahan panas tinggi di perut Bumi'.

'Didapati bahwa terdapat hubungan dan interaksi di antara manusia dengan makhluk ini pada zaman dahulu - mereka berbicara dalam bahasa yang hampir sama dengan dialek Navajo Lama. Sumber itu juga menyatakan bahawa kaum Mole ini mempunyai sistem otot yang sangat kuat, menyebabkan mereka dapat bertindak ganas. 'Apabila salah seorang tim ekspedisi menyalakan rokok, kaum Mole menganggap itu sebagai satu ancaman dan terus menyerang nya'.

'Mereka mencakar dan menyerang tim ekspedisi seperti kucing hutan, hampir menjatuhkan tim ekspedisi bersama rokoknya. tim ekspedisi amat beruntung selamat dan hidup dari insiden itu'. Kaum Mole amat berminat dengan dunia atas muka Bumi - pakaian, alat-alatan dan makanan terutamanya. Mereka amat meminati buah-buahan segar. 'Saya belikan mereka sedikit anggur, dan mereka terus berpesta dan bersukaria', mengikut kata sumber.

'Amat jelas mereka tidak boleh menanam buah-buahan mereka sendiri memandangkan mereka tinggal 20 batu di bawah muka Bumi'. NASA amat berminat untuk mengkaji kaum Mole. 'Kami mau tahu segala-galanya mengenai mereka - apa yang mereka makan,bagaimana mereka tinggal dan yang paling penting, apa hubungan mereka dengan kaum manusia'.

'Kami bertanya-tanya jikalau mereka itu ada kaitan dengan manusia didalam aspek-aspek yang tertentu. Adakah mereka adalah nenek moyang manusia moden hari ini secara genetiknya ? 'Pakar berkata terdapat banyak spekulasi mengenai kaum Mole. 'Mereka boleh jadi apa saja, dari Yetis (BigFoot), makhluk asing dari angkasa atau saki baki orang yang selamat dari pulau Atlantis Yang Hilang. Adakah makhluk itu musuh dan suka berperang ataupun peramah dan sanggup bekerja sama? Dan bagaimana dengan minyak dan simpanan mineral di bawah Bumi? Siapa yang memiliki mereka: kaum Mole atau kita?Bagaimanakah dengan NASA dimana misi asalnya adalah untuk menjelajah ruang angkasa - telah menjumpai kaum yang hidup di bawah muka Bumi?

Juru bicara NASA tidak menafikan maupun mengiyakan laporan itu. Setelah menerima tekanan hebat dari wartawan, juru bicara Gedung Putih menjanjikan informasi yang dibenarkan oleh Gedung Putih untuk disebarkan. Tetapi tim ekspedisi telah memberi peringatan 'mungkin tidak untuk jangka masa dekat'. Menurut sumber itu, NASA menjumpai kaum bawah tanah itu dalam bulan Agustus ketika sedang menjalankan projek rahasia yang di beri nama Operation Mole

Hole - satu inisiatif dimana wartawan sekarang percaya ia mungkin untuk mengintip China, menggunakan 'teknologi bawah tanah'. Saat ini NASA telah menjumpai pintu rahasia ke dunia bawah tanah di kawasan sekitar Washington State's Mount Shasta, gua Mammoth di Kentucky dan juga gua-gua yang tersebar sekitar barat daya U.S mengikut kata sumber. Beberapa periode lamanya manusia telah bercerita tentang adanya makhluk di bawah muka Bumi. Sekarang, untuk pertama kalinya, spekulasi itu telah dibuktikan kesahihannya. Tetapi apakah makhluk-makhluk ini kawan ataupun lawan masih tidak diketahui.

DARI SURAH AL KAHFI:

Allah menceritakan kisah lelaki itu seperti firman-Nya dalam surah itu:

'Mereka akan bertanya kepadamu (Muhammad) mengenai Zulkarnain. Katakanlah:'Aku akan bacakan kepadamu cerita mengenainya' . Sesungguhnya Kami memberi kekuasaan kepadanya di (muka) bumi, dan Kami memberikan kepadanya jalan (untuk mencapai) segala sesuatu, maka dia pun menempuh suatu jalan.

'Hingga apabila dia sampai ke tempat terbenam matahari, dia melihatmatahari terbenam di dalam laut berlumpur hitam dan dia mendapati di situ segolongan umat. Kami berkata: 'Hai Zulkarnain, kamu boleh menyeksa atau boleh berbuat kebaikan terhadap mereka'. Berkata Zulkarnain: 'Adapun orang yang aniaya maka kami kelak akan mengazabnya dengan azab yang tidak ada taranya'.' (ayat 83 hingga 87)

'Kemudian dia menempuh jalan (yang lain). Hingga apabila sampai ke tempat terbit matahari (Timur) dia mendapati matahari itu menyinari segolongan umat yang Kami tidak menjadikan bagi mereka sesuatu yang melindunginya dari (cahaya) matahari itu,' (ayat 89 dan 90).

'Kemudian dia menempuh suatu jalan (yang lain lagi). Hingga apabila dia sampai antara dua gunung, dia mendapati di hadapan kedua bukit itu suatu kaum yang hampir tidak mengerti pembicaraan. Mereka berkata: 'Hai Zulkarnain, sesungguhnya Yakjuj dan Makjuj itu orang yang membuat kerosakan di muka bumi, maka dapatkah kami memberikansesuatu pembayaran kepadamu, supaya kamu membuat dinding antara mereka?'.

Zulkarnain berkata: 'Apa yang dikuasakan Tuhanku kepadaku terhadapnyaadalah lebih baik, maka tolonglah aku dengan kekuatan (manusia danalat-alat), agar aku membuatkan dinding antara kamu dan mereka, berilah aku potongan-potongan besi'.

'Hingga apabila besi itu sama rata dengan kedua (puncak) gunung itu,berkatalah Zulkarnain: 'Tiuplah (api itu)'. Hingga apabila besi itu sudah menjadi (merah seperti) api, dia pun berkata: 'Berilah aku tembaga (yang mendidih) agar ku tuangkan ke atas besi panas itu'.

'Maka mereka tidak bisa mendakinya dan mereka tidak bisa (pula)melubanginya. Zulkarnain berkata: 'Ini (dinding) adalah rahmat dariTuhanku, maka apabila sudah datang janji Tuhanku, Dia akan menjadikannya hancur luluh; dan janji Tuhanku itu adalah benar',' (ayat 92 hingga 98).

Demikianlah kisah Zulkarnain. Dalam rentetan perjalanan hidupnya, Zulkarnain bertanggungjawab membuat tembok bagi menghalang bangsa Yakjuj dan Makjuj yang mendatangkan angkara murka kepada manusia. Tembok yang dibangun Zulkarnain itu hanya akan runtuh apabila dunia akan kiamat.

form: Majelis Rasululluah mailinglist di edit oleh abang cool