adsense

bidvertiser

March 25, 2008

PENYALIBAN ATAU SANDIWARA PENYALIBAN

Menurut Paulus, tidak ada yang ditawarkan oleh agama Kristen kepada umat manusia selain darah dan nyawa Yesus. Jika Yesus tidak meninggal, dan dia tidak dibangkitkan dari kematian, maka tidak akan ada penyelamatan dalam Kristen! "Dan segala kesalehan kami, seperti kain kotor." (Injil - Yesaya 64: 6).

"Kematian Yesus di kayu salib adalah pusat dari semua ajaran agama Kristen ... Semua ajaran Kristen tentang Tuhan, tentang makhluk, tentang dosa dan kematian mempunyai point yang vokal dalam kebangkitan Yesus. Semua ajaran Kristen tentang sejarah, tentang masa depan, tentang Gereja, keyakinan dan kepercayaan semuanya berasal dari kebangkitan kembali Yesus", kata Profesor Jurgen Moltmann dalam Kebangkitan Tuhan.

Singkatnya, Tidak ada penyaliban! --Tidak ada Kristen! Ini adalah pengalaman kami, kaum Muslim yang tinggal di sarang Kristen, di Afrika Selatan. Ribuan sekte-sekte dan kelompok-kelompok Kristen berlomba-lomba satu sama lain untuk melepaskan penyembah berhala dari api neraka. Bagaimanapun juga, dalam pertarungan ini, tidak ada pendeta, pastor, para penginjil dan misionaris yang mau berusaha keras mengajarkan pada umat Islam tentang kebersihan, karena kita sebagai Muslim mengaku bahwa kita adalah umat yang paling bersih. Tidak juga tentang keramah-tamahan, karena kita Muslim adalah umat yang paling ramah-tamah terhadap sesama. Juga tentang etika dan moral, karena kita umat Islam adalah kaum yang paling bermoral. Kita tidak meminum minuman keras; tidak berjudi, tidak pacaran, kita shalat 5 kali sehari, puasa di bulan Ramadhan dan senang bersedekah. Dengan segala kekurangan kita, kita berani mengatakan bahwa tidak ada agama lain yang mengikat kita dalam persaudaraan, kasih sayang dan ketenangan hati.

Selalu ada yang baru yang datang dari negeri Timur. Sekarang di Timur Jauh, seorang warga Philipina telah mengembangkan kegemaran baru tentang "penyaliban"! Mereka ingin mengikuti jejak Yesus, Suatu copy dari Sunday News di Daressalaam tanggal 3 May 1981, melaporkan "penyaliban" ganda di Philipina. Paling tidak 7 kasus "penyaliban" dilaporkan oleh wartawan lokal. Mungkin ada lebih banyak lagi penyaliban yang luput dari wartawan. Di antaranya ada Luciana Reyes yang digambarkan sebagai "wanita pertama yang menjalani upacara ritual penyaliban!" Penambahan yang baru dari penyaliban ini adalah bahwa tangan-tangan mereka dipaku di kayu salib.

Tak ada seorang pun yang mati karena "penyaliban"! (disalib). Satu di antara mereka pingsan. Laki-laki lain bangun dan merokok setelah tangannya diperban. Seorang pedagang keliling 'telah menjalani upacara (penyaliban) ini lima kali'. Laki-laki ini berjanji akan menjalani 'penyaliban' sebanyak 10 kali!

Hal ini kedengarannya seperti cerita bohong. Tetapi ada 25.000 saksi mata pada 4 peristiwa penyaliban di satu kota saja. Beberapa 'penyaliban' ini disiarkan 'langsung oleh TV'.

Dunia Kristen telah dikenal mengeksploitasi Yesus untuk mencari uang. Film tentang kehidupan Yesus telah masuk dalam rekor 'Box Office'. Mereka telah mempunyai "Sandiwara Kelahiran" dan "Sandiwara Minggu Suci", mengapa tidak membuat suatu 'Sandiwara Penyaliban?'

Reg Gratton, seorang koresponden Sunday News telah menyelesaikan masalah "penyaliban" dengan memasukkan tanda kutip. Dia menggunakan kata-kata "penyaliban" dan "penyaliban-penyaliban" lima kali dalam artikelnya dan setiap kali kata ini digunakan maka ia menambahkan tanda kutip. Coba periksa kembali. Dengan kata lain, dia mengatakan bahwa itu "dikatakan penyaliban", penambahan tanda kutip lebih tidak kentara dibanding kata "Dikatakan". Saya tidak menangkap maksudnya pada saat membaca artikel itu pertama kali. Bagaimana dengan Anda?

Anda bisa mencatat bahwa penulis yang lain telah mencegahnya dengan meletakkan kata seperti "Mati", "Telah Mati", dan "mayat" di dalam tanda kutip di halaman 455 dan 456. Sekarang Reg melakukan hal yang sama dengan "penyaliban"! karena kata "crucify = menyalib" telah menempel di tenggorokan setiap misionaris, maka haruskah kita menggunakan kata "cruci-fiction", cerita penyaliban sebagai penggantinya?

Kita sekarang bisa mengatakan bahwa Pieter Van der Bergh (hal. 454) mengalami proses penyaliban dengan keras dan serius, tetapi dia tidak disalib seperti yang dikabarkan di koran, tetapi, dia dianggap telah disalib.

Lebih jauh, kita bisa katakan bahwa orang-orang Kristen di Philipina tidak melakukan penyaliban, tetapi mereka dianggap telah disalib. Tidak ada pertunjukan seperti yang mereka lakukan di film. Ini adalah kejadian nyata dan hanya kematian sesaat. Oleh karenanya, setiap pertunjukan dengan salib, dimana korban mencoba untuk menyamai apa yang dialami Yesus tetapi tidak benar-benar meninggal di kayu salib, kita bisa menyebutnya dalam terminologi yang tepat:
Crucifict sebagai pengganti Crucify - (verb/kata kerja)
Crucificted sebagai pengganti Crucificed - (verb/kata kerja)
Crucifiction sebagai pengganti Crucifixion - (noun/kata benda)

Penggunaan yang mudah dan simple dari kata-kata yang benar ini akan mematahkan "Salib" orang Kristen yang akan menemukan dirinya berada di Persimpangan Jalan, tidak tahu jalan mana yang harus dipilih. Dan jika kita sering menggunakan kata-kata ini, kita akan segera menemukannya dalam kamus Inggris di dunia ini.

taken from: The Choice; Ahmad Deedat