adsense

bidvertiser

April 30, 2016

MUHAMMAD SAW ADALAH SANG RESI-SANG BUDHA-SANG ZOROASTER-SANG PENGHIBUR TERAKHIR 2

Tulisan ini disusun dari berbagai sumberi para ahli sejarah,agamawan dan cerdik pandai, bukan untuk memaksakan kehendak merubah keyakinan agama seseorang ,sebab keyakinan dan agama seseorang merupakan pilihan masing-masing dan memuat konsekuensi pada diri masing-masing.
Namun tulisan ini aku buat untuk mengajak perdamaian dan merenungkan hakekat arti kehidupan dan mengajak untuk berfikir lebih mengglobal,tidak sekedar menutup hati pada hamparan ilmu pengetahuan yang tergelar di sekeliling kehidupan kita.
Maka apapun agama dan keyakinan sahabat semua,tetap saja kita adalah species manusia ciptaan-Nya,yang diberi akal budi untuk selalu memperhatikan tanda-tanda kekuasaan dan kebesaran-Nya,agar kita selalu dapat hidup dalam damai berdampingan mengisi relung-relung kehidupan di dunia yang fana ini…
Maka Tuhanku adalah Tuhanmu dan Tuhan kita yang sama,dan Dia adalah Tuhan penguasa semesta alam.
Maka renungkanlah sesungguhnya Dia telah menurunkan para utusan-Nya,Nabi dan Rasul-Nya untuk menyertai kita,membimbing kita dan menerangi kegelapan kehidupan kita sepanjang hayat dan lintasan masa,
Maka sebagaimana aku mempercayai dan menghormati Rama,Krisna,Sang Budha,Zoroaster dan Yesus,juga Adam ,Nuh,Ibrahim,Musa,serta para Rasul-Nya yang lainnya,maka marilah kita sejak saat ini sama-sama mempercayai dan menghormati Muhammad yang juga adalah Rasul-Nya,yang datang dari Tuhan kita yang sama.Ikrarkanlah bahwa aku,kau,kalian tidak akan pernah membeda-bedakan diantara mereka.
Siapakah Muhammad ?
Mari kita mengenalnya.Caranya simple,cukup ketikkan key word ke Google dengan kata tentang Muhammad atau sejarah Nabi Muhammad,maka kita akan segera tahu siapaMuhammad.Atau silahkan langsung buka link berikut dibawah ini :
Selanjutnya,paparan berikut merupakan tanda-tanda akan kehadirannya yang tersiratkan dalam semua kitab-kitab suci terdahulu sebelum Al-Qur’an :
II.BERITA  KEDATANGAN NABI MUHAMMAD DI DALAM KITAB SUCI BUDHA :
-SIAPAKAH SANG BUDHA?
Sebutan Budha disandang pertama kali oleh Sidharta Gautama atau sakyamuni,hidup sekitar tahun 623563 SM yang sekaligus sebagai pendiri Budha.
Arti Budha antara lain :
-Yang Telah Sadar,
-Ia Sang Penemu (Bujjhita) Kebenaran,
-Ia yang telah mencapai Penerangan Sempurna,
-Ia yang memberikan penerangan (Bodhita) dari generasi ke generasi, dll.
Diriwayatkan bahwa Sang Budha mendapat pencerahan saat melakukan meditasi dibawah pohon Bodi.
SANG BUDHA
Generasi pemeluk Budha pada masa masa kini jika ditanya tentang adanya Tuhan, maka mereka tidak mengenal atau mengakui bahwa alam semesta ini diciptakan oleh Tuhan. Karena dalam pemikiran mereka alam semesta ada dengan sendirinya (kehendak alam).Doktrin Budha lebih menekankan pada sistem etika.Sehingga pada beberapa pendapat bahwa sekilas Agama Budha dianggap sebagai Atheisme yang luhur. Sementara diyakini bahwa pada zamannya Budha masih hidup sebenarnya tidaklah demikian.
Secara logika jika Sidharta Gautama telah mencapai tingkatan “Budha”,dimana makna Budha telah disebutkan diatas yakni antara lain :Yang Telah Sadar, Sang Penemu (Bujjhita) kebenaran, yang telah mencapai Penerangan Sempurna, yang memberikan penerangan (Bodhita) dari generasi ke generasi,atau kalimat lain yang setara dengan makna : Telah beriman,berpasrah diri,telah mendapat pencerahan / petunjuk,maka tiada yang patut memiliki hak memberikan Petunjuk,penerangan,pencerahan melainkan karena adanya suatu unsur / Zat yang memberi petunjuk,maka tiada lain zat yang memiliki hak memberi petunjuk kecuali hanya Tuhan Sang pencipta alam itu sendiri.
Dengan demikian ketika Sidharta masih hidup, tentu beliau mengakui bahwa keberadaan alam semesta karena adanya keberadaan Tuhan yang menciptakan alam itu sendiri.
Jika sang Budha seandainya saat itu lebih banyak diam jika ditanya soal keberadaan Tuhan,hal demikian karena di India pada saat itu tengah tenggelam dalam penyembahan berhala akibat menguatnya faham filsafat antropomorfisme, yaitu filsafat yang memahami keyakinan bahwa Tuhan dapat menjelma sebagai makhluk.Sehungga pada sisi lain faham ini telah membiaskan/mengikis ajaran asal pada awalnya,yakni ajaran monotheisme secara drastis.
Budha tidak menyangkal adanya Tuhan. Budha ketika ditanya oleh salah seorang muridnya,apakah Tuhan itu ada?. Maka Budha tidak menjawab.Namun karena selalu mendapat pertanyaan terus menerus akhirnya beliau mengatakan bahwa :
“Jika anda menderita sakit perut akankah anda berkosentrasi untuk mengurangi rasa sakitnya atau mempelajari resep para tabib? Itu bukanlah urusanku untuk mengetahui apakah Tuhan itu ada, urusan kami adalah menghapus penderitaan di dunia”.
Pernyataan Budha yang demikian pada hakekatnya sama dengan ucapan Nabi Musa ketika ditanya oleh kaum Yahudi tentang nama Tuhan. Musa hanya menjawab : “Namanya adalah : Aku adalah Aku ..”(Keluaran 3:14)”.
Dimana maksudnya adalah apapun nama Tuhan, lebih penting untuk melaksanakan perintah-NYA daripada sekedar mengetahui nama-NYA.
Maka dengan demikian sesungguhnya Sang Budha adalah MERUPAKAN SALAH SATU UTUSAN-NYA (Salah seorang Nabi/rasul di zamannya).
BEBERAPA AYAT DALAM KITAB SUCI BUDHA MENGINDIKASIKAN AKAN KEDATANGAN NABI MUHAMMAD :
Umat muslim mengetahui bahwa Tuhan di dalam Al-Qur’an memberi pengajaran untuk mengimani bahwa kitab suci yang ada pada Rasul-rasul terdahulu seperti Taurat,Zabur dan Injil adalah merupakan wahyu-Nya,namun sekaligus Tuhan menginformasikan pula di dalam Al-Qur’an bahwa kitab–kitab suci para Rasul terdahulu itu kini telah tidak murni lagi karena telah mengalami perubahan (dirubah-rubah) dan tercampur dengan tulisan-tulisan manusia. Dan pada ayat lain Tuhan menginformasikan pula bagian ayat-ayat yang dihapus atau di biaskan diantaranya yakni yang berkaitan dengan berita kedatangan seorang Nabi terakhir / akhir zaman (Muhammad SAW).
MUHAMMAD ADALAH SANG MAITREYA TERAKHIR :
Berikut uraiannya :
Menurut seorang pakar sejarah agama bernama Dr.Zakir,ada beberapa kalimat dalam ayat-ayat kitab suci Budha,yang diyakini bahwa ayat-ayat berikut ini merupakan firman Tuhan yang masih asli dan yang masih tersisa,yang memberitakan akan kedatangan Nabi akhir zaman,bernama Muhammad.
1.Dalam Chakkavatti Sinhnad Suttanta D. III, 76:
-“Akan muncul di dunia seorang Budha bernama Maitreya (yang baik hati), seorang yang suci dan kuat, yang tercerahkan, penuh kebajikan dalam tingkah laku, tepat, dan mengenal alam semesta” .
-“Apa yang telah dinyatakannya oleh pengetahuan supernatural miliknya akan di terbitkan ke seluruh alam semesta. Dia akan mengkhotbahkan agamanya, mulia dalam keasliannya, mulia pada puncaknya, mulia pada tujuannya, dalam jiwa dan tulisan. Dia akan memproklamasikan kehidupan religius, murni dan sempurna sepenuhnya, seperti saat aku sekarang mengkotbahkan agamaku dan memproklamasikan semacam kehidupan religius. Dia akan membuat masyarakatrahib berjumlah ribuan, seperti saat sekarang aku membentuk masyarakat yang berjumlah ratusan”.
2.Menurut Sacred Books of the East volume 35 pg. 225:
“Aku bukanlah Budha satu-satunya yang berkuasa dalam memerintah dan mengatur. Setelahku ada Budha yang lain, bernama “Maitreya” yang penuh kebajikan akan datang. Aku sekarang hanya memimpin ratusan, sedangkan dia akan memimpin ribuan”.
3.Menurut The Gospel of Buddha by Carus pg. 217 and 218 (From Ceylon sources):
-Ananda bertanya kepada yang terberkati : “siapa yang akan mengajar kami setelah engkau pergi?”.
Yang terberkati menjawab :
” Aku bukanlah Budha pertama yang datang di atas bumi dan tidak akan menjadi yang terakhir. Pada waktunya seorang Budha akan muncul di dunia, yang suci, yang sangat tercerahkan,, penuh kebajikan dalam laku, tepat, mengenal alam semesta, seorang pemimpin yang tak tertandingi manusia. Dia akan mengungkapkan kepada anda kebenaran abadi yang sama, yang saya ajarkan. Dia akan mengkotbahkan agamanya, mulia sifatnya, mulia pada puncaknya dan mulia pada tujuannya. Dia akan mendeklarasikan suatu kehidupan beragama, sepenuhnya sempurna dan murni seperti sekarang saya nyatakan. Murid-muridnya akan berjumlah ribuan sedangkan muridku hanya ratusan”.
Ananda bertanya : “Bagaimana kita mengenalnya?”
Yang terberkati menjawab : “dia dikenal sebagai Maitreya”.
Kata Sansekerta ‘Maitreya’ atau ekuivalen dalam bahasa Pali “Metteyya” berarti mencintai, penuh kasih, penuh belas kasihan dan murah hati. Hal ini juga berarti kebaikan dan keramahan, simpati, dll
Maka dalam literatur bahasa Arab,semua kalimat tersebut diatas terwakili dalam satu kalimat bahasa yang disebut : ‘Rahmat’. Seperti yang telah terabadikan dalam Surah Al-Anbiya ini :
“Kami tidak mengutus kamu (Muhammad), melainkan sebagai rahmat bagi semua makhluk”. (QS 21:107)
Kata ini hampir disebutkan sebanyak 409 kali di Al-Quran. Huruf “Muhammad” juga dieja sebagai “Mahamet” dan berbagai ejaan lain. Kata “Maho” atau “Maha” dalam bahasa Pali dan Sansekerta berarti Agung dan Mulia, dan “Metta” berarti rahmat. Dan dalam bahasa Arab Sendiri Muhammad berarti “Penuh Kasih”. Dengan demikian maka ‘Maitreya’ adalah sama dengan Muhammad.
4.Menurut Sacred Books of the East, volume 11, pg. 36 Maha-Parinibbana Sutta chapter 2 verse 32:
“Aku telah memberitakan kebenaran tanpa membuat perbedaan antara doktrin exoteris dan isoteris dalam hal kebenaan, Ananda, Tataghata tidak seperti guru yang memiliki kepalan tertutup yang merahasiakan sesuatu di belakang”.
Maka perilaku yang demikian sesuai dengan perilaku Nabi Muhammad yang dalam menyebarkan ajarannya (Al-Quran) tidak ada yang ditutup-tutupi. Semua umat Islam dari rakyat jelata sampai raja menerima ajaran yang sama dan dapat membaca kitab suci yang sama pula secara langsung sampai sekarang.
5.Menurut Sacred Books of the East volume 11 pg. 97 Maha-Parinibbana Sutta Chapter 5 verse 36:
-“Arahat-Budha memiliki Servitor pada jaman dahulu, seperti Ananda adalah Servitorku sekarang, dan dimasa datang Arahat Budha akan ditemani oleh Servitor juga”.
-Maka,Nabi Muhammad juga memiliki Servitor yaitu “Anas” yang merupakan anak dari “Malik”. Anas diberikan oleh orang tuanya kepada Nabi Muhammad.
Anas bercerita “Ibuku berkata padanya “O, utusan Tuhan, inilah pembantu kecilmu”,
Anas melanjutkan “aku melayani Rasul sejak usia 8 tahun dan rasul memanggilku anaknya dan kekasih kecil tersayangnya”.
Anas menemani Rasul dalam segenap keadaan baik sakit, gembira,dan masa-masa perang,(umur 11 saat perang uhud dan 16 saat perang hunain), ataupun pada masa damai sampai akhir hayatnya.
6.Enam kriteria Budha terakhir yang akan datang ke bumi menurut Budha Gautama (the Gospel of Buddha by Carus pg. 214:)
-TATHAGATA BUDHA :
1. Seorang Budha mencapai pemahaman tertinggi dan sempurna di waktu malam.
2. Kelihatan cerah setelah pencerahan yang lengkap.
3. Seorang Budha mati dalam kematian yang alami.
4. Meninggal diwaktu malam.
5. Tampak terang sebelum kematiannya.
6. Setelah kematiannya , seorang Budha tidak ada lagi di bumi.
-Maka seperti disebutkan dalam Al-Quran, Nabi Muhammad menerima wahyu disaat malam hari.
“Demi Kitab (Al Qur’an) yang menjelaskan, sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan”. (QS 44:2-3).
“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam kemuliaan “.(QS 97:1).
-Kemudian tanda-tanda kenabian Muhammad diiringi dan diliputi oleh cahaya terang Surgawi.
-Juga Nabi Muhammad wafat dengan cara alami dan nampak terang di malam kematian beliau .(riwayat : Aisyah/Anas).
-Setelah pemakaman Nabi Muhammad (SAW),Beliau tidak pernah terlihat lagi dalam bentuk tubuh-Nya di bumi ini.
7.Menurut Dhamapada “Sacred Books of East vol 10 pg. 67
-“Jathagata/Budha hanyalah pemberi peringatan”,
-Maka seperti halnya Nabi Muhammad yang hanya pemberi peringatan.
“Maka berilah peringatan, karena sesungguhnya kamu hanyalah orang yang memberi peringatan”.(QS 88:21)
8.Menurut Dhammapada, Mattaya Sutta, 151:
-“Yang dijanjikan” akan memiliki :
1. Pengasih bagi seluruh ciptaan.
2. Seorang utusan perdamaian dan pembuat perdamaian.
3. Yang paling sukses di dunia.
-Maitreya sebagai pengkhotbah moral akan bersifat :
1. Jujur.
2. Menghargai diri sendiri.
3. Lembut dan mulia.
4. Tidak membanggakan diri .
5. Sebagai layaknya raja terhadap makhluk.
6. Teladan dalam tingkah laku dan tutur kata.
MAKA CIRI-CIRI YANG TERSEBUTKAN DALAM DHAMMAPADA SESUAI DENGAN AKHLAK NABI MUHAMMAD SAW :
-Muhammad seorang yang berlaku kasih dan sayang.
– Muhammad seorang yang cinta damai dan juru damai.
– Muhammad seorang yang berhasil membina kemaslahatan umat.
– Muhammad seorang yang jujur sehingga dikenal dengan “al-amin”.
– Muhammad seorang yang menghargai sesame dan berlaku lemah lembut.
– Muhammad seorang yang dijadikan suri tauladan /Uswatun khasanah.
Zoroaster

Post a Comment