adsense

bidvertiser

April 01, 2016

Apakah Semua Agama Itu Benar?

Di dunia ini ada begitu banyak agama, tapi dari sekian banyak agama yang ada, hanya ada dua agama yang selalu berpotensi konflik yaitu ISLAM dan KRISTEN.
Belum pernah kita melihat/mendengar ada agama YAHUDI, BUDHA, KONG HUCHU, HINDU dan lain-lain yang berdakwah kemana-mana dalam rangka untuk mempengaruhi umat beragama lainnya agar masuk dan ikut kedalam agama mereka, belum pernah!!!
Yang seringkali melakukan kegiatan da’wah kemana-mana, hanyalah agama islam dan Kristen. Gerja dibangun dimana-mana,bahkan hampir disetiap RUKO dan MALL ada salah satu ruangan atau gedung yang mereka sewa untuk dijadikan GEREJA.
Pendeta dan misionaris serta evangelis atau penginjil, disebarkan keseluruh dunia dalam rangka mendakwahkan agama mereka, karena mereka yakin hanya agama mereka saja yang benar dan menyelamatkan, kalau perlu semua orang masuk kedalam agama Kristen.
Islam juga demikian, mesjid dan mushola dibangun dimana-mana. Utstadz, kyai, mubaligh dan da’I disebarkan kemana-mana dalam rangka untuk mend’wahkan kebenaran islam, kalau perlu semua orang masuk kedalam agama Islam.
Kedua agama besar ini, sama-sama mengklaim bahwa agamanya saja yang benar dan menyelamatkan manusia di akhirat nanti.
Menurut umat Islam, semua manusia kafir, bakal masuk neraka dan kekal di dalamnya, kecuali tentu yang beragama islam atau pengikut nabi Muhammad SAW.
Menurut umat kristiani, mereka juga yakin bahwa semua manusia tidak akan selamat dan bakal masuk neraka, kecuali pengikut YESUS.
Sehigga timbul pertanyaan, apakah pernyataan kedua agama ini sama-sama benar? Atau dengan kata lain : MANA YANG BENAR, ISLAM ATAU KRISTEN?
Sampai saat ini masih cukup banyak orang-orang yang berpendapat bahwa semua agama benar, semua agama sama, semua kitab suci wahyu Allah dan semua pemeluk agama masuk surge. Bahkan beberapa yag dipropangandakan oleh JIL (jaringan Islam Liberal) dengan istilah SEPILIS (Sekularisme, Pluralisme dan Liberalisme) dimana mereka katakan “ SEMUA AGAMA BENAR, SEMUA AGAMA SAMA, SEMUA KITAB SUCI WAHYU ALLAH DAN SEMUA PEMELUK AGAMA MASUK SURGA “.
Menurut mereka tidak boleh umat Islam mengklaim hanya agama islam saja agama yang benar. Tidak boleh umat islam mengklaim Al-qur’an saja kitab suci wahyu Allah dan tidak boleh umat islam mengklaim hanya pemeluk agama islam saja yang masuk surga.
Menurut mereka semua agama benar, semua kitab suci wahyu Allah dan semua pemeluk agama masuk surga, hanya jalan, cara atau teknisnya saja yang berbeda.
Menurut kami, yang benar yaitu, semua agama pasti akan mengklaim bahwa hanya agamanya saja yang benar, bukan hanya umat islam yang mengklaim demikian, tapi semua pemeluk agama.
Jika setiap agama mengklaim bahwa hanya agamanya saja yang benar dan menyelamatkan, itu sesuatu yang wajar, SEBAB MANA ADA KECAP NOMOR DUA, PASTI NOMOR SATU. Jika masing-masing mengkalim seperti itu, adalah hak asasi mereka.
Adanya berbagia agama di dunia ini, al-qur’an membenarkan, artinya islam menerima PLURALITAS karena hal tersebut merupakan SUNNATULLAH sebagai dinamika kehidupan yang menghargai berbagia agama dan kemajemukkan. Tapi islam tidak mengakui atau menolak pemahaman PLURALISME, yaitu suatu isme atau paham yang membenarkan bahwa semua agama adalah sama benarnya. 

Untuk membuktikan sebuah agama benar, maka tak boleh dilihat dari kesalahan ummatnya, kerana ummat tetaplah manusia yg tak sempurna.

 Pembuktian sebuah agama benar juga tidak boleh dilihat dari pendapat orang, kerana lain orang lain fikiran, & ada ramai pendapat orang dimuka bumi ini yg satu sama lain berbeda.

Pembuktian sebuah agama benar wajib dilihat dari konsep ke Tuhanan, nabi sebagai utusan Tuhan dan kitabnya. Jika memang Dia adalah Tuhan yang benar, maka wajib memiliki sifat : Esa/ tungggal, berkuasa, kekal dan tidak menyerupai makhluk ciptaanNya. 

Begitu juga jika ia Nabi yang benar maka wajib terjaga dari kesalahan, manusia biasa, dan mempunyai mukjizat. Jika kitabnya benar maka kitab itu harus sempurna dan lengkap, tidak ada kekeliruan , tidak ada perubahan , dan sebagai wahyu dari Tuhan.

Dalam memilih dan menentukan manakah agama yang benar, ada beberapa aspek yg perlu diambil perhatian:

1) Konsep ketuhanan.
Tuhan yang benar adalah tuhan yang esa/ tunggal. Jika Tuhan lebih dari satu, maka akan menolak fitrah aqal kemanusiaan, karena apapun kepemimpinan didunia ini yang diterima oleh manusia harus satu orang, begitu juga dengan kewujudan Tuhan yang harus tunggal.Tuhan harus berkuasa, kekal abadi dan tidak menyerupai makhluk serta mempunyai utusan.

2) Kenabian.
Tuhan yang berkuasa tidak pergi sendiri ke pada makhluknya untuk menjelaskan agamaNya. Tuhan wajib mempunya seorang utusan dari kalangan manusia yang disebut Nabi. Nabi seharusnya terjaga dari kesalahan, manusia biasa yang tidak mepunyai sifat ketuhanan, dan Nabi harus mempunyai mukjizat.

3) Kitab.
Tuhan wajib mempunyai kitab yang berisi perkataan Tuhan atau firmanNya ( wahyu ). Kitab yang benar adalah lengkap dan sempurna, tidak mempunyai kekurangan, tidak ada perubahan, tetap irisinil atau asli dari ia diturunkan hingga sekarang,dan bukan hasil buatan/ rekaan atau ucapan manusia.

Untuk melihat sedikit perbandingan agama-agama yang ada dan membuktikan bahwa Islam adalah agama yang benar secara singkat, maka bisa di perhatikan uraian dibawah ini :

1. ‘AQIDAH KETUHANAN
( Tuhan yang benar itu adalah yang ESA/ TUNGGAL, BERKUASA, KEKAL ABADI, DAN TIDAK MENYERUPAI MAKHLUK. MEMPUNYAI UTUSAN )
ISLAM: Di dalam agama Islam masalah ‘aqidah ketuhanan terlihat jelas pada prinsip ajaran Tauhid, yaitu hanya Alloh semata Tuhan seluruh alam semesta, sehingga yang ber-hak untuk disembah pun hanya Alloh semata.

YAHUDI: Agama Yahudi meyakini keesaan Alloh dalam ketuhanan Nya, namun umat Yahudi meyakini bahwa Alloh memiliki putera, yaitu Uzair. Sehingga dalam peribadatannya selain menyembah Alloh, mereka juga menyembah Uzair atau Ezra.

KRISTEN( Protestan ): Agama Kristen Protestan adalah sempalan dari agama Ka tholik. Umat Protestan mengaku mengesakan Tuhan, namun dalam keesaan yang berbilang, yaitu Tuhan itu Esa namun terdiri dari 3 oknum, yaitu Alloh ( Tuhan Bapa ), ‘Isa atau Yesus ( tuhan anak ) dan Roh Qudus, yang kemudian disebut dengan Trinitas atau Tritunggal. Sehingga dalam peribadatannya mereka menyembah kepada semua oknum tuhan tersebut.

Kalau didalam Agama Islam jelas tidak rumit dan juga rasional Bahwa Tuahan (Allah SWT) itu Esa dan serba Maha Dalam Qs 112 Alkhlash Tuhan (Allah) itu Maha Esa Dialah tempat bergantung(meminta pertolongan Dia tidak beranak dan tidak pula di peranakan dan tidak ada yang setara dengan Dia.

Dalam Agama Kristen kita kenal Tuhan Bapa, Tuhan Anak dan Roh Kudus yang ketiganya adalah satu di sebut trinitas atau sekarang di sebut Tri tunggal, satu tambah satu di tambah satu sama dengan satu dan menurut saya dari situ saja sudah tidak rasional, tapi tetap harus kita hormati karena Islam yang mengajarkan demikian. Masalah Yesus sebenarnya dikalangan Gerejapun banyak sekali perdebatan mengenai Ketuhanan yesus, dan sebenarnya kalau kita mau jujur dalam Al-kitab sendiri Dari Kejadian sampai Wahyu tidak ada pernyatan dari Yesus sendiri AKU INI ADALAH TUHAN SEMBAHLAH AKU kalau memang dia itu Tuhan mustinya kan harus ada pernyataan pernyataan dari dia sendiri bahwa dia itu Tuhan seperti didalam Al-Quran jelas QS 20 14 “Akulah Sesungguhnya aku ini Allah tidak ada Tuhan selain yang Hak selain Aku dan diriklanlah solat untuk mengingtKu”.

YESUS MENGAKU UTUSAN:
MATIUS10:40 “Barang siapa menyambut aku, ia menyambut Dia yang mengutus Aku”.

MARKUS 9:37 “Dan barang siapa menyambut Aku, bukan aku yang disambut tapi Dia yang mengutus Aku” dan didalam Yohanes 5:37, Yohanes 7:16, Yohanes 14:24 dll Bahkan dalam MATIUS 15:24 Yesus mengatakan bahwa Dia Diutus hanya untuk orang israel dan didalam Alkitabpun tdak ada Kemahan didalam diri Yesus.

KATHOLIK: Agama Katholik adalah sempalan dari agama Ortodox. Umat Katholik mengaku mengesakan Tuhan dengan keesaan yang berbilang yang tercermin dalam ajaran Trinitas atau Tritunggal, yaitu : Tuhan Bapa, tuhan anak dan Roh Qudus. Selain itu mereka juga menyembah Bunda Maria.

HINDU: Agama Hindu menetapkan Tuhan tertingginya adalah Iswara atau Trimurti yang terdiri dari Dewa Brahma, Dewa Wisnu dan Dewa Ciwa. Namun dalam peribadatannya umat Hindu terbelah-bagi, sebagian ada aliran yang me-nyembah Brahma, ada yang menyembah Wisnu dan ada pula yang menyembah Ciwa. Agama Hindu Bali ( Gama Bali ) termasuk yang menyembah Ciwa. Selain itu mere-ka juga menyembah dewa-dewi lainnya yang jumlahnya sangat banyak.

BUDHA: Agama Budha pada asalnya hanya merupakan ajaran filsafat kehidupan. Namun sepeninggal Sidharta Gautama agama Budha mulai berbicara mengenai ketuhanan. Tuhan tertinggi menurut Umat Budha adalah Sang Hyang Adhi Budha. Selain itu, umat Budha mengimport pula dewa-dewi yang lainnya baik yang berasal dari agama Hin-du atau dari ajaran Animisme China. Dan dalam perkembangannya, Shidarta Gautama dan orang-orang suci yang dianggap telah mencapai derajat kebudhaan ikut pula disembah.

2.SIFAT-SIFAT TUHAN
( Tuhan yang benar itu adalah yang ESA/ TUNGGAL, BERKUASA, KEKAL ABADI, DAN TIDAK MENYERUPAI MAKHLUK, MEMPUNYAI UTUSAN )

ISLAM: Dalam ajaran agama Islam, Alloh memiliki sifat-sifat yang mulia dan sempurna yang tidak mungkin diserupai oleh siapa pun. Yaitu sifat-sifat yang tersebut dalam Al-Qur’an dan hadits-hadits yang shohih, tanpa menyerupa kan dengan si-fat-sifat makhluk dan tanpa menta’wilkan-nya ( memalingkan maknanya ).

YAHUDI: Dalam ajaran Yahudi, Alloh dianggap memiliki sifat-si- fat yang kurang sempurna, seperti kikir, bodoh, faqir dan lain-lainnya.

KRISTEN: Dalam ajaran Kristen, baik Protestan maupun Katholik, Alloh adalah sosok yang biasa digambarkan dalam wujud manusia atau diserupakan dengan bentuk manusia.

HINDU: Dalam agama Hindu, dewa-dewa mereka memiliki sifat-sifat yang serba kekurangan, sifat yang ada pada suatu de wa terkadang tidak dimiliki oleh dewa yang lainnya. Se-lain itu, penganut Hindu juga menggambarkan dewa-de-wi mereka dengan berbagai bentuk, ada yang berbentuk manusia dan ada pula yang berbentuk hewan, ada yang tampan atau cantik, tapi ada juga yang jelek dan kejam.

BUDHA: Dalam agama Budha, Tuhan atau dewa tertinggi mereka digambarkan sebagai seorang yang berbentuk manusia se dang duduk bersila dengan bertelanjang dada. Dan sifat-sifat dewa-dewi lainnya sama dengan agama Hindu, yai-tu ada yang tampan atau cantik, namun ada pula yang bu-ruk rupa.

3.KENABIAN
( NABI YANG TERJAGA DARI KESALAHAN, MANUSIA BIASA TIDAK MEMPUNYAI SIFAT KETUHANAN, MEMPUNYAI MUKJIZAT )

ISLAM: Agama Islam meyakini bahwa sosok para nabi adalah pri badi pilihan yang terjaga dari segala macam sifat tercela, bahkan sebelum mereka diangkat menjadi nabi. Namun demikian, para nabi adalah manusia biasa yang tidak me-miliki sifat-sifat ketuhanan.

YAHUDI: Agama Yahudi banyak memberikan sifat-sifat yang tercela kepada para nabi, seperti : pemabuk, pezina, mata ke-ranjang dan lain-lain, baik sebelum maupun setelah men-jadi nabi. Bahkan mereka tak segan-segan membunuh pa ra nabi yang tidak sesuai dengan hawa nafsu mereka.

KRISTEN( Protestan ): Agama Kristen Protestan membolehkan seorang nabi memiliki masa lalu yang buruk, sebagaimana Rosul Paulus yang mantan musuh besar Nabi ‘Isa.

KATHOLIK: Agama Katholik selain membolehkan seorang nabi memiliki masa lalu yang buruk, mereka juga mengkultuskan para nabi, bahkan memberikan sebagian sifat Tuhan kepa da para nabi.

HINDU: Agama Hindu tidak mengakui adanya para nabi. Mereka hanya percaya kepada para Reci yang bertapa dan menda pat wangsit berkenaan dengan agama mereka.

BUDHA: Agama Budha juga tidak mengenal adanya para nabi. Mereka hanya mengakui adanya orang-orang suci yang berupaya mencapai tingkat kebudhaan.

4.KITAB SUCI
( Kitab yang benar itu adalah LENGKAP DAN SEMPURNA, TIDAK ADA KEKELIRUAN, TIDAK ADA PERUBAHAN, WAHYU DARI TUHAN, ORISINIL ATAU ASLI DAN BUKAN REKAAN ATAU BUATAN/ UCAPAN MANUSIA)

ISLAM: Dalam agama Islam, kitab suci Al-Qur’an adalah firman Alloh, bukan buatan atau rekaan Nabi Muhammad shol lallohu ‘alaihi wa sallam yang mesti diriwayatkan secara mutawatir sebagaimana aslinya. Ada pun perkataan Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam adalah hadits, yang hadits pun mesti diriwayatkan secara shohih atau hasan.

YAHUDI: Dalam agama Yahudi, kitab suci mereka telah musnah ketika perkampungan mereka diserbu oleh Bukhtunshir. Penulisan kembali kitab TAURAT dan TALMUD tidak lagi diketahui penulisnya dan waktu penulisannya.

KRISTEN( Protestan ): Dalam agama Kristen Protestan, kitab suci mereka yaitu Injil versi King James, tidak lagi orisinil. Di samping pe-riwayatannya yang tidak mutawatir, bahkan tidak shohih, yang berbahasa aslinya pun tidak lagi diketahui. Bahkan dimungkinkan bagi mereka untuk melakukan revisi pada Injil-Injilnya tersebut.

KATHOLIK: Dalam agama Katholik, kitab suci mereka yaitu Injil ver-si Douay tidak lagi orisinil. Karena periwayatannya yang tidak mutawatir, bahkan tidak shohih, yang berbahasa aslinya pun tidak lagi diketahui. Selain itu, Injil versi Katholik banyak mengalami penambahan yang tidak ada pada Injil versi Protestan.

HINDU: Kitab suci agama Hindu yaitu Veda, tidak hanyalah ki-dung-kidung gubahan para resi dan pertama yang dibuku kan tanpa diketahui penulis dan waktu ditulisnya. Bahkan tidak semua orang Hindu diizinkan mendengar dan membaca kitab Veda, yaitu Kasta Brahmana, Ksatria dan Waisya. Sedangkan kasta Sudra dan Paria dilarang keras mendengarkan Veda.

BUDHA: Kitab suci agama Budha yaitu Tripitaka hanya khutbah-khutbah Sidharta Gautama yang ditulis ¾ abad sepening-gal Sidharta, itu pun belum lengkap. Ditulis baru secara lengkap sekitar 4 abad setelah meninggalnya Sidharta. Dengan demikian kitab suci Tripitaka bukan wahyu.
Post a Comment