adsense

bidvertiser

June 15, 2008

Who is AKKBB?

Di dunia Islam, masalah Ahmadiyah sudah sangat jelas. Di Indonesia pun, fatwa MUI sudah sangat jelas menyebutkan bahwa Ahmadiyah adalah aliran sesat dan berada di luar Islam. Bahkan, setelah melakukan penelitian yang serius terhadap kelompok ini, Bakorpakem pun sudah memutuskan bahwa Ahmadiyah memang menyimpang dari ajaran pokok Islam. Maka, sebagaimana diatur dalam UU No. 1/PNPS/1965, kelompok seperti ini bisa dibubarkan oleh pemerintah.


Tetapi, apa yang terjadi? Di Indonesia, bermunculan kelompok-kelompok yang mengacaukan kebenaran, dengan mengatasnamakan kebebasan beragama, yang dengan semena-mena menggalang opini dan kekuatan masyarakat untuk mendukung aliran-aliran sesat dan merusak Islam, seperti kelompok Ahmadiyah. Salah satu kelompok yang sangat aktif dalam membela aliran sesat – khususnya Ahmadiyah -- adalah kelompok yang menamakan dirinya "ALIANSI KEBANGSAAN untuk KEBEBASAN BERAGAMA dan BERKEYAKINAN" , biasanya disingkat AKKBB.


Kampanye-kampanye jahat kelompok ini sangat menyesatkan. Mereka dengan semena-mena menuduh bahwa umat Islam yang tersinggung keimanannya karena dilecehkan agamanya oleh Ahmadiyah, adalah kelompok-kelompok yang membahayakan ke-Indonesiaan. Seolah-solah, hanya kelompok ini saja yang mencintai negeri ini. Pada tanggal 26 Mei 2008, kelompok ini memasang iklan besar-besaran di beberapa media massa nasional, yang judulnya: "MARI PERTAHANKAN INDONESIA KITA!"


Pengantar iklan tersebut berbunyi sebagai berikut:


MARI PERTAHANKAN INDONESIA KITA


Indonesia menjamin tiap warga bebas beragama. Inilah hak asasi manusia yang dijamin oleh konstitusi. Ini juga inti dari asas Bhinneka Tunggal Ika, yang menjadi sendi ke-Indonesia- an kita. Tapi belakangan ini ada sekelompok orang yang hendak menghapuskan hak asasi manusia itu dan mengancam ke-bhineka-an. Mereka juga menyebarkan kebencian dan ketakutan di masyarakat. Bahkan mereka menggunakan kekerasan, seperti yang terjadi terhadap penganut Ahmadiyah yang sejak 1925 hidup di Indonesia dan berdampingan damai dengan umat lain. Pada akhirnya mereka akan memaksakan rencana mereka untuk mengubah dasar negara Indonesia, Pancasila, mengabaikan konstitusi, dan menghancurkan sendi kebersamaan kita. Kami menyerukan, agar pemerintah, para wakil rakyat, dan para pemegan otoritas hukum untuk tidak takut kepada tekanan yang membahayakan ke-Indonesia- an itu. Marilah kita jaga republik kita. Marilah kita pertahankan hak-hak asasi kita. Marilah kita kembalikan persatuan kita. (Jakarta, 10 Mei 2008)


Bagi umat Islam yang meyakini kebenaran aqidahnya dan meyakini kedustaan ajaran Nabi Palsu Mirza Ghulam Ahmad, maka iklan semacam itu jelas-jelas melecehkan aqidah Islam. Apalagi, mereka tegas-tegas membela Ahmadiyah, kelompok sesat yang jelas-jelas menodai Islam. Lebih menyakitkan lagi, AKKBB dengan sengaja melibatkan orang-orang non-Muslim untuk turut campur dalam masalah umat Islam. Padahal, selama ini, umat Islam tidak ikut campur tangan. Semua ini sangatlah jelas merupakan indikasi adanya campur tangan kaum kafir dalam mengacak-acak umat Islam. Iklan AKKBB tersebut sangatlah jahat, karena memposisikan umat Islam yang menolak Ahmadiyah sebagai orang-orang yang berbahaya bagi negara.


Dalam melihat masalah Ahmadiyah, sebaiknya semua pihak memahami hakekat ajaran Islam dengan baik. Bagi umat Islam, masalah Ahmadiyah adalah masalah hidup dan mati, karena sudah menyangkut masalah dasar-dasar keislaman. Begitulah yang dicontohkan oleh Rasulullah saw dan Sayyidina Abu Bakar ash-Shiddiq r.a. dalam menangani masalah nabi-nabi palsu. Jadi, sangat tidak layak, jika dalam melihat kasus Ahmadiyah, kelompok-kelompok yang ada hanya mendasarkan pada cara pandang HAM Barat, yang tidak mengenal istilah tauhid atau syirik, sesat atau tidak sesat.


Jika dicermati, beberapa aktivis AKKBB sebenarnya sudah sangat keterlaluan dalam melakukan penghinaan terhadap Islam, terhadap Nabi Muhammad saw dan terhadap al-Quran. Banyak data-data yang telah dihimpun oleh FPI yang membuktikan hal itu. Misalnya kelakuan seorang aktivis AKKBB yang bernama M. Guntur Romli (menjadi korban insiden Monas dengan luka bonyok yang sangat parah). Manusia bejat ini pernah menulis artikel yang dimuat oleh Koran Tempo, pada tanggal 4 Mei 2007, dimana dia menulis:


"Al-Quran adalah "suntingan" dari "kitab-kitab" sebelumnya, yang disesuaikan dengan "kepentingan penyuntingnya" . Al-Quran tidak bisa melintasi "konteks" dan "sejarah", karena ia adalah "wahyu" budaya dan sejarah." (Koran Tempo, 4 Mei 2007. artikel berjudul: "Pewahyuan al-Quran: Antara Budaya dan Sejarah")


Bagi umat Islam, tuduhan Guntur Romli itu sangat keterlaluan. Begitu juga media massa yang menyiarkannya pun sudah tidak lagi mempedulikan perasaan keimanan umat Islam. Bagi umat Islam, al-Quran adalah Kitab Suci yang merupakan Kalamullah. Sebagai orang dari Jaringan Islam Liberal dan Jurnal Perempuan, Guntur Romli juga sangat aktif dalam melecehkan al-Quran dan mendukung pengesahan perkawinan homoseksual dan lesbian. Pada tanggal 1 September 2007, Guntur juga menulis artikel berjudul "Muhammad dan Kaum Cerdik Pandai Kristen" , dimana dia membuat kesimpulan yang sangat salah tentang Nabi Muhammad saw.


Selama ini umat Islam sudah sanngat bersabar diri dalam menghadapi semua hujatan terhadap Islam yang dilakukan oleh kelompok-kelompok seperti AKKBB ini. Atas nama kebebasan beragama, mereka menganggap semua orang bebas untuk merusak agama, tanpa mempedulikan perasaan keimanan umat Islam.


Di dalam AKKBB juga ada nama Ulil Abshar Abdalla yang sudah sangat masyhur pikiran dan perilakunya dalam merusak Islam. Ada juga nama Dr. Syafii Anwar yang aktif menentang fatwa MUI dan menyebarkan paham sesat Pluralisme Agama dengan dukungan lembaga-lembaga asing. Umat Islam pun tidak akan pernah lupa gerakan merusak Islam yang dipelopori oleh aktivis AKKBB lainnya seperti Siti Musdah Mulia yang merusak syariat Islam dengan mendukung perkawinan antar-agama dan perkawinan sesama jenis. Semua manusia-manusia jenis inilah yang selama ini telah semena-mena merusak Islam dan kemudian menjadi pembela kelompok sesat Ahmadiyah.


Kita patut bertanya, apakah umat Islam disuruh diam saja saat agamanya dirusak oleh manusia-manusia dari AKKBB tersebut? Apa kita disuruh bengong saja melihat manusia-manusia tersebut semena-mena melecehkan Islam, melecehkan al-Quran, dan melecehkan Nabi Muhammad saw? Ajaran Islam yang mana yang mengajarkan seperti itu? TIDAK ADA! Kecuali yang sudah tidak peduli lagi dengan agamanya, dan sudah tercekoki paham-paham sesat sekularisme dan liberalisme. Umat Islam adalah umat yang cintai damai, tetapi umat Islam jauh lebih mencintai kebenaran.


Sejak dikeluarkannya fatwa MUI tentang Ahmadiyah tahun 2005, orang-orang yang terlibat dalam AKKBB memang sudah tidak henti-hentinya mencerca MUI dan membela Ahmadiyah. Hal itu bisa dilihat dari kelompok yang bernama Aliansi Masyarakat Madani, yang orang-orangnya juga hampir sama dengan orang-orang AKKBB. Beberapa saat setelah fatwa MUI keluar, kelompok ini pada tanggal 29 Juli 2005 mengadakan jumpa pers yang secara terbuka membela Ahmadiyah dan mengecam MUI. Bahkan salah satu kemudian mengatakan bahwa MUI adalah tolol. Yang hadir waktu itu ialah diantaranya: Ulil Abshar Abdalla, Abdurrahman Wahid, Dawam Rahardjo, Johan Effendi, M. Syafii Anwar, Romo Edi (Konferensi Wali Gereja Indonesia-KWI) , dan Pdt Weinata Sairin (Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia-PGI) .


Pada waktu itu, Dawam Rahardjo mengatakan, bahwa MUI adalah sumber konflik agama dan tidak menghargai hak asasi manusia. Selain itu, dalam hal pelarangan Ahmadiyah, MUI mengalami kesesatan berpikir dan bertindak. Dawam Rahardjo juga aktivis AKKBB. Pada tanggal 22 Juli 2005, kelompok Aliansi Masyarakat Madani ini pun mendesak agar MUI mencabut fatwa tentang kesesatan Ahmadiyah.


Tampak pula dalam daftar aktifis AKKBB nama Amien Rais, mantan Ketua MPR, dan ini tidak mengherankan karena dalam rekaman "Selayang Pandang Ahmadiyah" yang disebarluaskan Jemaat Ahmadiyah melalui http://www.youtube.com/, dengan jelas Amien Rais berpelukan dengan Khalifah Ahmadiyah saat berkunjung ke Indonesia dan menyambut baik langkah-langkah Ahmadiyah dalam men'syiar'kan ajarannya di Amerika dan Eropa. entah kecolongan atau kesengajaan, Amien sama sekali tidak mempertimbangkan aspek kesesatan akidah Ahmadiyah ini, dan lebih memandang kesuksesan propaganda Ahmadiyah di banyak negeri.


Umat Islam di Indonesia sangat menghormati hukum yang berlaku, karena itulah, umat Islam menyerahkan urusan Ahmadiyah kepada pemerintah, dengan menggunakan perangkat-perangkat hukum yang ada. Namun, kita sangat memahami, karena begitu besarnya penghinaan Ahmadiyah kepada Islam, maka umat Islam juga tidaklah mudah untuk terus-menerus disuruh sabar. Apalagi, kelompok-kelompok seperti AKKBB ini terus-menerus mendapat dukungan media massa liberal di Indoensia yang tidak mau peduli dengan perasaan umat Islam. Mereka hanya mahu kebebasan dan kebebasan. Mereka tidak peduli apakah agama itu rusak atau tidak. Prinsip seperti itu sangat berbeda dengan prinsip FPI.
Post a Comment